Refleksi 62 Tahun, Ini Catatan Khusus IMM Kalsel Bagi Pemerintah Daerah

  • Bagikan
IMM Kalsel Beri Catatan Pemerintah daerah

Nusawarta.id. — Banjarmasin, Peringatan Milad ke-62 Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) di Kalimantan Selatan (Kalsel) menjadi momentum refleksi bagi kader IMM untuk meneguhkan kembali komitmen gerakan intelektual, sosial, dan keumatan.

“Enam puluh dua tahun IMM bukan sekadar perayaan usia organisasi, tetapi momentum refleksi bagi setiap kader IMM di Kalsel untuk terus bertumbuh, memperkuat peran intelektual, dan menghadirkan keberpihakan nyata kepada masyarakat,” ungkap Ketua IMM Kalsel, Fery Setiadi.

Dalam refleksi tersebut, kader IMM juga memberikan catatan kritis terhadap satu tahun kepemimpinan Gubernur Kalsel yang dinilai masih belum menunjukkan percepatan signifikan dalam pembangunan daerah, khususnya dalam penanggulangan kemiskinan.

“Kami menilai bahwa dalam satu tahun kepemimpinan Gubernur Kalsel, pembangunan masih berjalan lambat dan belum menunjukkan dampak signifikan terhadap penanggulangan kemiskinan yang masih menjadi persoalan serius di berbagai daerah,” tegas Fery.

Berdasarkan data yang dipublikasikan oleh Badan Pusat Statistik, tingkat kemiskinan di Kalsel berada di kisaran 3,73 persen. Namun demikian, data tersebut juga menunjukkan adanya ketimpangan yang cukup serius, di mana tingkat kemiskinan di wilayah perdesaan justru mengalami peningkatan sementara di wilayah perkotaan mengalami penurunan.

“Hal ini menunjukkan bahwa pembangunan di Kalimantan Selatan masih belum merata. Intervensi ekonomi pemerintah lebih terasa di wilayah perkotaan, sementara masyarakat desa masih menghadapi berbagai keterbatasan dalam akses ekonomi dan kesejahteraan,” jelas Fery.

Selain itu, persoalan kesejahteraan dasar masyarakat juga masih terlihat dari banyaknya rumah tidak layak huni (RTLH) yang masih ditempati oleh masyarakat. Bahkan, DPRD Kalimantan Selatan mendorong agar penanganan terhadap 1.200 unit rumah tidak layak huni dapat menjadi prioritas pemerintah daerah.

“Kondisi ini menunjukkan bahwa kebutuhan dasar masyarakat, khususnya dalam hal perumahan yang layak, masih menjadi persoalan serius yang belum tertangani secara maksimal,” kata Fery.

Baca Juga  Viva Yoga Apresiasi IMM, Dorong Mahasiswa Terlibat dalam Program Transmigrasi

Di sisi lain, wilayah Kalsel juga masih menghadapi persoalan banjir yang terjadi hampir setiap tahun dan berdampak pada kehidupan masyarakat di berbagai wilayah.

“Banjir yang terus berulang setiap tahun menjadi pengingat bahwa tata kelola lingkungan dan sungai perlu ditangani secara lebih serius. Pemerintah daerah perlu menghadirkan solusi jangka panjang yang berbasis pada keberlanjutan lingkungan agar masyarakat tidak terus menerus menghadapi persoalan yang sama setiap tahunnya,” saran Ketua IMM Kalsel.

Kemudian persoalan pembangunan manusia juga menjadi perhatian penting. Pemerintah daerah sendiri mengakui masih adanya tantangan serius terkait stunting, perkawinan usia anak, serta akses pendidikan bagi kelompok rentan di Kalsel. Kondisi ini menunjukkan bahwa kualitas pembangunan manusia di Kalsel masih memerlukan perhatian yang lebih serius serta kebijakan yang lebih progresif.

Namun demikian, IMM Kalsel menegaskan bahwa kritik yang disampaikan bukanlah bentuk permusuhan terhadap pemerintah daerah. Sebaliknya, kritik tersebut lahir dari rasa tanggung jawab moral dan kecintaan terhadap daerah.

“Kami ingin menegaskan bahwa IMM Kalsel bukan hanya mitra kritis bagi pemerintah daerah, tetapi juga mitra strategis dalam membangun Kalsel. Kritik ini lahir dari kecintaan kami terhadap daerah ini serta harapan agar kepemimpinan daerah mampu menghadirkan perubahan yang lebih nyata bagi masyarakat. Kami mencintai Kalsel. Oleh karena itu kami tidak ingin daerah ini berjalan di tempat. Kritik adalah bentuk kepedulian dan tanggung jawab moral sebagai bagian dari masyarakat,” ujar Fery.

Baca Juga: IMM Kalsel Dukung Langkah Progresif Polda Kalsel Berantas Narkoba

Fery menambahkan, IMM akan terus hadir sebagai kekuatan moral dan intelektual yang mengawal arah pembangunan Kalsel agar tetap berpihak kepada kepentingan rakyat serta mendorong terwujudnya pembangunan daerah yang lebih adil, merata, dan berkelanjutan.

Baca Juga  Hadiri Pelantikan Pemuda Kalsel Bersatu, Haji Muhidin: Jangan Hanya Jadi Penonton, Jadilah Penggerak Pembangunan

Namun tak lupa para kader IMM Kalsel mengapresiasi Gubernur Kalsel, H. Muhidin, yang telah memberikan dukungan terhadap pergerakan organisasi kepemudaan, seperti kegiatan Milad IMM yang dibantu fasilitas melalui penggunaan Gedung Mahligai Pancasila.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Kalimantan Selatan yang telah memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan Milad ke-62 IMM dengan memfasilitasi Gedung Mahligai Pancasila sebagai tempat kegiatan. Dukungan ini tentu menjadi bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap aktivitas gerakan mahasiswa,” tutup Fery Setiadi. (Red/Arm)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *