Rosan Roeslani: Investasi Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi, Danantara Siap Kelola Aset Rp15.000 Triliun

  • Bagikan
Orasi Rosan Roeslani di Universitas Paramadina Jakarta (Foto.Fikry/Nusawarta.id)

Nusawarta.id, Jakarta — Wakil Menteri BUMN, Rosan Roeslani, menegaskan bahwa investasi menjadi komponen krusial dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Ia menyebut, kontribusi investasi saat ini mencapai 29%, menjadikannya komponen terbesar kedua setelah konsumsi rumah tangga yang menyumbang 53% terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

“Jika melihat kondisi terakhir, investasi merupakan faktor yang paling berpotensi mendongkrak pertumbuhan ekonomi Indonesia,” ujar Rosan dalam pernyataannya, Jumat (14/6/2025).

Selama sepuluh tahun terakhir, total investasi yang masuk—baik dari dalam negeri maupun luar negeri—telah mencapai Rp9.100 triliun. Pemerintah menargetkan angka ini tumbuh menjadi Rp13.000 triliun dalam lima tahun ke depan, untuk mendukung ambisi pertumbuhan ekonomi sebesar 8% pada tahun 2029, sebagaimana direncanakan Bappenas.

Baca Juga : Terkait Danantara, SBY: Niat Presiden Prabowo Baik, Tapi harus Bebas dari Konflik Kepentingan

Untuk mendukung agenda besar ini, pemerintah melalui Kementerian BUMN menghadirkan Danantara, lembaga pengelola super holding BUMN yang akan mengelola aset senilai sekitar Rp15.000 triliun. Uniknya, Danantara tidak lagi bergantung pada penyertaan modal negara (PMN) dari APBN, tetapi akan menggunakan dana dari dividen BUMN yang sebelumnya disetor ke kas negara.

“Dana dari dividen ini akan dikelola Danantara untuk mendukung investasi pada industri strategis dan proyek-proyek produktif yang menghasilkan return dan menciptakan lapangan kerja,” jelas Rosan. Tahun ini, Danantara diperkirakan akan menerima dividen bertahap senilai USD 7 miliar atau sekitar Rp120-150 triliun.

Fokus investasi Danantara diarahkan pada industri-industri yang dapat menciptakan lapangan kerja berkualitas (quality jobs). Tantangan besar terlihat dari data tenaga kerja saat ini: dari sekitar 140 juta angkatan kerja, 36% hanya berpendidikan Sekolah Dasar, bahkan 24% tidak tamat. Sementara itu, lulusan perguruan tinggi hanya sekitar 12-13%.

Baca Juga : Hashim: Danantara adalah Gagasan Dari Orang Tua Kami 40 Tahun Lalu

“Ini adalah tantangan besar. Salah satu cita-cita Danantara adalah menciptakan lapangan kerja berkualitas yang dapat menyerap tenaga kerja secara luas,” tambahnya.

Baca Juga  PPP Apresiasi Terobosan Diplomasi Prabowo soal Kemerdekaan Palestina

Dengan sekitar 2 juta bayi lahir setiap tahun, Danantara ingin memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi ditopang oleh penciptaan lapangan kerja yang berkelanjutan.

Dari total investasi yang dikelola, Danantara menargetkan 80% akan difokuskan di dalam negeri, dan 20% sisanya untuk ekspansi luar negeri. Dalam lima tahun, lembaga ini diperkirakan dapat menghasilkan pendapatan tambahan sebesar USD 135 juta dari investasi global.

Rosan juga menekankan pentingnya sinergi antara BUMN dan investor luar negeri. “Pola investasi Danantara memungkinkan leverage hingga 4–5 kali lipat. Ini membuat Danantara menjadi mitra strategis yang dipercaya investor asing, karena dana yang dikelola bisa langsung diinvestasikan ke sektor riil,” ujarnya.

Baca Juga : Danantara dan Perjuangan Ideologis Prabowo Subianto

Ia juga menyoroti perlunya transformasi BUMN agar lebih efisien dan produktif, demi menciptakan nilai tambah yang optimal sebagai aset nasional.

“Investasi adalah salah satu ujung tombak pertumbuhan ekonomi nasional. Danantara hadir sebagai penggerak utama dalam menciptakan nilai ekonomi dan sosial secara berkelanjutan,” tutup Rosan.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *