Sasar Gen Z dan Gen Alpha, MUI Matangkan Pesantren Kilat Ramadhan Berbasis Karakter

  • Bagikan
Ilustrasi pesantren. (Dokumentasi: Istockphoto/Nusawarta.id)

Nusawarta.id, Jakarta – Komisi Pendidikan dan Kaderisasi (KPK) Majelis Ulama Indonesia (MUI) tengah mematangkan pelaksanaan program Pesantren Kilat Ramadhan yang akan digelar sepanjang bulan suci Ramadhan 1447 H. Program ini dirancang sebagai upaya penguatan pendidikan karakter berbasis nilai-nilai Islam yang lebih kontekstual serta relevan dengan tantangan zaman, khususnya bagi generasi muda.

Ketua KPK MUI, Kartini, mengatakan bahwa Pesantren Kilat Ramadhan kali ini mengusung pendekatan berbeda dibandingkan pelaksanaan sebelumnya. Program tersebut tidak hanya dilaksanakan di satu lokasi, tetapi menyasar berbagai ruang pendidikan, mulai dari perguruan tinggi, sekolah, pondok pesantren, hingga masjid.

“Tujuannya adalah mengubah paradigma pesantren kilat dari sekadar ‘duduk dan dengar’ menjadi pelatihan yang bersifat praktis. Misalnya, mengaitkan nilai-nilai agama dengan isu pelestarian lingkungan atau kewirausahaan sosial,” ujar Kartini saat Rapat Kerja KPK MUI di Jakarta Pusat, Senin (9/2/2026), sebagaimana dilaporkan MUI Digital.

Baca Juga : MUI: Penanganan Bencana Harus Humanis dan Partisipatif, Keselamatan Rakyat Prioritas

Menurut Kartini, pesantren kilat ini bertujuan menanamkan nilai karakter Islami secara lebih luas dan menyentuh langsung generasi muda. Sasaran utama program ini meliputi mahasiswa, remaja, hingga anak-anak. Oleh karena itu, kurikulum yang disusun tidak bersifat teoritis semata, melainkan aplikatif dan dekat dengan realitas kehidupan sehari-hari.

“Kami ingin nilai-nilai Islam tidak hanya dipahami secara konseptual, tetapi juga dipraktikkan dalam kehidupan sosial. Dengan begitu, peserta dapat merasakan langsung relevansi ajaran agama dalam menghadapi persoalan nyata,” jelasnya.

KPK MUI juga menyesuaikan metode pembelajaran agar selaras dengan karakter Generasi Z dan Generasi Alpha yang akrab dengan teknologi digital. Pendekatan ini diharapkan mampu menjaga antusiasme peserta selama mengikuti rangkaian kegiatan Ramadhan.

Baca Juga  Pemulihan Pascabencana Aceh Dipercepat Jelang Ramadhan, Kemendagri Fokus Kebutuhan Dasar Masyarakat

“Penggunaan aplikasi interaktif, diskusi berbasis studi kasus, hingga kuis digital akan kami terapkan agar materi tidak terasa membosankan dan tetap menarik,” kata Kartini.

Baca Juga : MUI: Prabowo Siap Mundur dari Dewan Perdamaian Trump Jika Gagal Wujudkan Kemerdekaan Palestina

Tidak berhenti pada pelaksanaan selama bulan Ramadhan, Pesantren Kilat KPK MUI juga dirancang sebagai program berkelanjutan. MUI berencana membentuk platform alumni atau komunitas daring yang berfungsi sebagai ruang pendampingan lanjutan bagi para peserta.

Melalui platform tersebut, perkembangan spiritual dan karakter peserta pasca-Ramadhan dapat terus dipantau dan diperkuat. Dengan konsep ini, Pesantren Kilat tidak lagi diposisikan sebagai agenda tahunan semata, melainkan menjadi bagian dari ekosistem pembinaan generasi Muslim yang adaptif, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan zaman.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *