Nusawarta.id, Jakarta — Istana Kepresidenan Jakarta menghadirkan suasana hangat dan penuh persahabatan saat jamuan makan siang antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Afrika Selatan Matamela Cyril Ramaphosa di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (23/10). Pertemuan bilateral kedua pemimpin negara itu diwarnai sentuhan diplomasi kuliner yang memadukan kekayaan cita rasa tradisional dan modern Indonesia.
Presiden Ramaphosa mengungkapkan apresiasi mendalam atas jamuan tersebut, yang menurutnya bukan hanya lezat, tetapi juga mempererat komunikasi antarkedua delegasi.
“Kami berterima kasih atas diskusi konstruktif yang telah kami selenggarakan hari ini saat makan siang. Diskusi kami diiringi musik yang indah, bahkan para musisi dapat menyanyikan lagu-lagu Afrika Selatan. Semua itu menciptakan suasana terbaik untuk pembicaraan resmi,” ujar Ramaphosa dalam keterangan pers bersama di Istana Merdeka.
Baca Juga : Mentan Buka Investasi Sapi dari Brazil dan Afrika Selatan
Jamuan yang digelar di ruang makan utama Istana Merdeka itu menampilkan menu khas Nusantara dengan sentuhan modern, menggambarkan filosofi persahabatan dua bangsa yang kaya budaya.
Hidangan pembuka berupa kofiu-kofiu, adaptasi kuliner pesisir Sulawesi Utara, memadukan makarel bakar dan ikan kakap bakar dengan sayuran segar seperti kemangi, mentimun, dan kacang panjang. Suasana kemudian menghangat dengan sajian Soto Banjar, kuliner khas Kalimantan Selatan yang lembut dan kaya rempah—simbol sambutan tulus Indonesia bagi tamu kehormatan.
Menu utama yang menjadi pusat perhatian adalah gindara mangut charcoal-grilled, perpaduan ikan cod hitam bakar dengan nasi kemangi aromatik, rendang nangka muda, telur puyuh, dan balado terong goreng. Hidangan ini menampilkan keberanian eksplorasi rasa khas Nusantara yang gurih dan penuh rempah.
Sebagai penutup, para tamu menikmati dessert bertajuk “Kopi & Coklat”, kombinasi kopi Aceh Gayo dan cokelat premium dalam kue lembut berlapis hazelnut mousse, markisa, serta krim diplomat, disajikan bersama potongan buah segar.
Baca Juga : Terobosan Di Era Prabowo: Kementerian Haji dan Miliki Lahan di Tanah Suci
Sembari menikmati hidangan, suasana “working lunch” semakin hidup dengan penampilan Ismy dan Putu bersama Deo Band, yang membawakan lagu-lagu daerah Indonesia serta lagu asal Afrika Selatan.
Perpaduan musik, rasa, dan budaya ini mencerminkan diplomasi hangat yang dijalin kedua negara. Jamuan makan siang tersebut bukan sekadar santapan resmi, tetapi juga simbol persahabatan dan penghormatan Indonesia terhadap tamu dari Benua Afrika. (Fauzan/Red)












