Nusawarta.id, Kandangan – Bupati Hulu Sungai Selatan (HSS), Syafrudin Noor, secara resmi melepas keberangkatan rombongan kafilah untuk mengikuti Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional ke-36 tingkat Provinsi Kalimantan Selatan, Jumat (20/6/2025), di halaman Kantor Bupati HSS.
Turut hadir dalam kegiatan ini Wakil Bupati Suriani sebagai pimpinan kafilah, dan Sekretaris Daerah Muhammad Noor selaku Ketua LPTQ HSS. MTQ tingkat Provinsi Kalimantan Selatan ini digelar di Kabupaten Banjar pada 19 hingga 27 Juni 2025.
Sebanyak 103 orang diberangkatkan dalam rombongan kafilah HSS. Terdiri dari 53 peserta yang akan berlaga di 10 cabang lomba, termasuk Tilawah, Tartil, Qiraat, Tahfizh berbagai tingkat, Tafsir, Syarhil Quran, Fahmil Quran, Khattil Quran, Karya Tulis Ilmiah Alquran, dan Hafalan Hadits. Selain itu, rombongan juga mencakup pimpinan kafilah, dewan hakim, koordinator bidang, pelatih, dan official.
Baca Juga Pemkab HSS Raih WTP ke-12 Berturut-Turut, Bukti Komitmen Tata Kelola Keuangan yang Akuntabel
Wakil Bupati Suriani menjelaskan bahwa seluruh peserta telah menjalani rangkaian pembinaan intensif, mulai dari latihan mandiri di HSS, pelatihan terpadu di Banjarbaru, hingga try out di Masjid Agung Kandangan sebagai bagian dari penguatan kemampuan dan kesiapan mental.
Dalam sambutannya, Bupati Syafrudin Noor mengingatkan bahwa MTQ bukan sekadar ajang lomba, tetapi juga momentum memperkuat nilai-nilai keislaman, membumikan Alquran, dan menjadikannya pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
“Saudara-saudara membawa nama baik daerah, harapan masyarakat, dan semangat Alquran. Tampilkan kemampuan terbaik dengan niat ibadah, penuh kejujuran dan adab Qurani,” pesan Bupati.
Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan dalam MTQ adalah bentuk investasi akhlak dan spiritual jangka panjang bagi generasi muda. Melalui pembinaan LPTQ dan dukungan pemerintah daerah, diharapkan akan lahir qari dan qariah yang tak hanya unggul dalam prestasi, tetapi juga menjadi teladan moral dan keagamaan di tengah masyarakat.
Secara edukatif, MTQ mengajarkan pentingnya literasi keagamaan, kedisiplinan, serta pemahaman mendalam terhadap Alquran, yang merupakan bagian dari pendidikan karakter yang relevan di era modern ini. (Aqli/Red).












