Mahumbal, Warisan Rasa dan Kearifan Lokal di Tengah Festival Budaya Loksado

  • Bagikan
Peserta dari salah satu desa di Loksado tengah memasak hidangan mahumbal dengan bambu di Festival Mahumbal 2025. (Foto: Diskominfo Hss/Nusawarta.id).

Nusawarta.id, Kandangan Aroma khas masakan bambu berpadu dengan irama musik tradisional memeriahkan Festival Mahumbal yang digelar di kawasan wisata Dermaga Bamboo Rafting, Kecamatan Loksado, Jumat (20/06/2025). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Festival Bamboo Rafting 2025 yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan melalui Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) HSS.

Festival Mahumbal bukan sekadar ajang kompetisi kuliner, tetapi juga menjadi perwujudan nyata semangat pelestarian tradisi masyarakat Dayak Meratus. “Mahumbal”, teknik memasak khas dengan menggunakan bambu, menjadi sajian utama yang ditampilkan oleh seluruh perwakilan desa se-Kecamatan Loksado. Masing-masing desa berlomba menampilkan racikan terbaik dengan mempertahankan cita rasa dan teknik memasak warisan leluhur.

Kepala Disporapar HSS, Heri Utomo, S.STP, M.Si, dalam keterangannya menyampaikan bahwa festival ini tidak hanya memperkuat identitas budaya lokal, tetapi juga menjadi bagian dari strategi promosi wisata berbasis kearifan lokal. Menurutnya, potensi budaya seperti mahumbal harus terus didorong agar tidak hanya lestari, tetapi juga menjadi daya tarik wisata yang bernilai ekonomi.

Baca Juga Disdikbud HSS Gelar Festival Panen Hasil Belajar Dorong Inovasi dan Peningkatan Kualitas Pendidikan

Kemeriahan festival semakin terasa dengan hadirnya pertunjukan seni budaya tradisional yang dibawakan oleh warga sekitar. Penilaian hasil masakan dilakukan oleh tim juri yang terdiri dari tokoh masyarakat, pegiat kuliner, dan perwakilan pemerintah daerah. Kriteria penilaian mencakup keaslian resep, rasa, teknik memasak, dan estetika penyajian.

Festival ini menjadi momentum penting untuk membangkitkan kebanggaan masyarakat terhadap budaya sendiri sekaligus memperkenalkan kekayaan kuliner khas Loksado kepada pengunjung. Melalui kegiatan seperti ini, Pemkab HSS berharap warisan tradisi Dayak Meratus dapat terus hidup dan memberi kontribusi bagi kemajuan pariwisata daerah. (Aqli/Red).

Baca Juga  Festival Budaya Meratus 2025 Resmi Dibuka, Hulu Sungai Selatan Rayakan Kekayaan Tradisi Dayak Loksado
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *