Siswa MTsN 1 HSS Pendarahan di Telinga Usai Ditusuk Pensil, Keluarga Tempuh Jalur Hukum

  • Bagikan
Ilustrasi penanganan siswa korban kekerasan antarsiswa di lingkungan sekolah menengah pertama (Foto: Ilustrasi/Nusawarta.id)

Nusawarta.id, Hulu Sungai  SelatanInsiden kekerasan antarsiswa terjadi di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Hulu Sungai Selatan, Kecamatan Amawang, pada Rabu (21/01/2026). Seorang siswa mengalami luka serius di bagian telinga setelah ditusuk menggunakan pensil oleh teman sekelasnya saat korban dalam keadaan tertidur di meja kelas pada jam istirahat.

Korban diketahui meletakkan kepala di atas meja ketika pelaku menusukkan pensil ke telinga korban hingga patah. Akibatnya, telinga korban mengalami pendarahan dan sebagian ujung pensil tertinggal di dalam telinga sehingga harus mendapatkan penanganan medis.

Pihak sekolah melalui salah satu guru menyampaikan bahwa siswa pelaku merupakan anak berkebutuhan khusus. Namun, kondisi tersebut justru menimbulkan pertanyaan dari pihak korban, “sebab keberadaan peserta didik dengan kebutuhan khusus seharusnya disertai pengawasan dan pendampingan yang lebih ketat guna menjamin keselamatan siswa lainnya”. Ucap ayah korban

Keluarga korban menilai kelalaian tidak hanya terjadi pada pihak sekolah, tetapi juga pada orang tua pelaku yang dinilai tidak melakukan pendampingan terhadap anaknya. Atas dasar itu, keluarga korban menyatakan berencana melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian atas dugaan kelalaian sekolah dan kelalaian orang tua pelaku.

Keluarga korban juga menyampaikan kekhawatiran terhadap dampak jangka panjang yang mungkin dialami korban. Apabila luka tersebut menyebabkan gangguan pendengaran permanen, kondisi itu berpotensi mempengaruhi masa depan korban, mengingat faktor fisik masih sering menjadi pertimbangan dalam pendidikan lanjutan maupun dunia kerja.

Kasus ini diharapkan menjadi perhatian serius bagi seluruh institusi pendidikan agar pengawasan siswa, terutama saat jam istirahat dan terhadap peserta didik berkebutuhan khusus, benar-benar dilakukan secara maksimal demi mencegah kejadian serupa terulang kembali. (Syairi/Red)

Baca Juga  Menteri PPPA: Medsos Jadi Penyebab Darurat Kekerasan Anak
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *