Nusawarta.id, Kandangan – Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) terus mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik melalui penguatan inovasi daerah. Komitmen tersebut diwujudkan dengan pelaksanaan Sosialisasi dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan Kinerja Inovasi Daerah melalui Evaluasi Indeks Inovasi Daerah (IID) dan Innovative Government Award (IGA) Tahun 2025, sekaligus strategi persiapan penilaian tahun 2026.
Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Bupati HSS, H. Syafrudin Noor, S.E., S.Sos., di Pendopo Bupati HSS, Rabu (1/4/2026). Dalam kesempatan itu, Bupati juga meluncurkan Senada Plus (Sistem Informasi Inovasi Daerah) bersama Sekretaris Daerah HSS dan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten HSS sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem inovasi di lingkungan pemerintah daerah.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Bapperida Kabupaten HSS tersebut dihadiri oleh para kepala perangkat daerah, Inspektur Daerah, Sekretaris DPRD, Direktur RSUD Brigjen H. Hasan Basry Kandangan, Direktur RSUD Daha Sejahtera, para camat, lurah se-Kecamatan Kandangan, kepala puskesmas, hingga para kepala desa se-Kabupaten HSS.
Turut hadir sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut, Jerry Walo, S.Sos., M.M., Analis Kebijakan Ahli Madya dari Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BKSDN), serta Suliansyah dan Bassam Fernandy dari Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten HSS.
Baca Juga : Pemkab HSS Tegaskan Dukungan Penguatan Peran PMI pada Musyawarah Kabupaten 2026
Dalam sambutannya, Bupati Syafrudin Noor menegaskan bahwa inovasi daerah menjadi kunci penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, inovasi tidak hanya berfungsi untuk memperbaiki tata kelola pemerintahan, tetapi juga memperkuat daya saing daerah di tengah tantangan pembangunan yang semakin kompleks.
“Inovasi menuntut kita untuk menghadirkan solusi yang kreatif, adaptif, dan berkelanjutan dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan,” ujar Bupati.
Ia menjelaskan bahwa penilaian Indeks Inovasi Daerah (IID) dan Innovative Government Award (IGA) bukan sekadar ajang evaluasi atau kompetisi antar daerah. Lebih dari itu, kedua indikator tersebut menjadi alat untuk melihat sejauh mana pemerintah daerah mampu menghadirkan inovasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Bupati juga menilai kegiatan Bimtek ini penting sebagai sarana evaluasi dan peningkatan kapasitas aparatur pemerintah daerah dalam mengembangkan inovasi yang lebih efektif. Melalui kegiatan tersebut, perangkat daerah diharapkan dapat mengevaluasi capaian inovasi yang telah dilakukan sekaligus menyusun strategi yang lebih baik untuk ke depan.
“Saya berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh, aktif berdiskusi, serta mampu menerapkannya dalam tugas masing-masing,” tegasnya.
Lebih lanjut, Bupati menekankan bahwa inovasi tidak selalu harus berskala besar. Hal yang terpenting adalah inovasi tersebut mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat serta mempermudah akses terhadap pelayanan publik.
Ia pun mengajak seluruh perangkat daerah untuk terus memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam menciptakan inovasi yang berkelanjutan di berbagai sektor pelayanan pemerintahan.
Dengan diluncurkannya Senada Plus serta pelaksanaan Bimtek penguatan inovasi daerah ini, Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan optimistis mampu meningkatkan kinerja inovasi daerah sekaligus menghadirkan pelayanan publik yang semakin efektif, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.












