Dampak Efisiensi Anggaran, Ini Saran Akademisi UNU Kalsel Untuk Pemerintah Daerah

  • Bagikan
Saran Akademisi UNU Kalsel

Nusawarta.id — Banjarmasin. Dilihat dari fenomena ekonomi saat ini cukup memprihatinkan terutama segi pendapatan nasional yang defisit 2,92% dari APBN sebelumnya, sehingga berdampak semua proyek strategi nasional. Lambatnya pertumbuhan ekonomi secara nasional juga dipengaruhi menguatnya tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, sehingga ekonomi Indonesia menjadi tidak stabil. Hal ini diungkapkan oleh akademisi Universitas Nadhatul Ulama (UNU) Kalsel Nazaruddin, S.E., M.M. pada Senin (08/06/2026).

Defisitnya anggaran APBN tentunya berdampak pada setiap daerah di seluruh Indonesia, termasuk di Provinsi Kalimantan Selatan. Efisiensi anggaran di daerah cukup signifikan sehingga ada beberapa proyek strategis nasional yang akan berkurang. Nazaruddin menilai Berkurangnya transferan dana pusat ke daerah merupakan pukulan bagi pemerintah daerah.  harus melaksanakan efisiensi terhadap pengeluaran hal terpenting mengedepankan paling urgent dalam penggunaan anggaran.

“Pemerintah daerah setidaknya mengeluarkan edaran terhadap efisiensi penggunaan dana seminimal mungkin. Sebenarnya ada dampak positif dari efisiensi anggaran yang dilakukan oleh pemerintah daerah, yaitu mengurangi perjalanan dinas dan rapat di hotel – hotel, sehingga diharapkan dengan adanya efisiensi dapat meningkatkan layanan terhadap masyarakat melalui pendidikan, kesehatan dan sosial,” kata akademisi UNU Kalsel tersebut.

Lanjutnya, pemerintah daerah harus mampu menciptakan kemandirian fiskal melalui berbagai inovasi. Salah satunya menggalakan serta tumbuhkembangkan Usaha Mikro Kecil dan Menegah (UMKM). Bercermin tahun 1998 saat ekonomi Indonesia mengalami krisis sebagai penompang ekonomi secara nasional adalah UMKM, yang menyumbang 61% PDB Indonesia dan Rp 8,5 – 9,5 Triliun perputaran uang, serta menyumbang tingkat tenaga kerja 97%. Pembinaan UMKKM dapat memberikan konribusi terhadap daerah melalui pajak usaha dapan pajak personal. Efisiensi juga dapat mengurangi penyimpangan dalam menggunakan anggaran.

Baca Juga  Ayo Merapat, Pemko Banjarbaru Gelar Festival Seni Pawai Budaya di Lapangan Murdjani

Namun Dosen Akutansi UNU Kalsel itu menekankan adanya tantangan dan risiko yang akan terjadi, diantaranya penurunan pertumbuhan ekonomi. Hal ini dapat kita lihat beberapa sektor misal dunia industri mengalami fase penurunan. Sektor tambang batu bara salah satu sektor membatsi tingkat produksi dan berdampak terhadap pemutusan kenaga kerja. Efisiensi juga terhambatnya pembangunan terutama pembangunan strategi nasional jalan, jembatan sebagai alat vital perekonomian nasional. Tidak berjalannya proyek – proyek nasional juga berpengaruh terhadap tenaga kerja, pasar dan melemahnya ekonomi masyarakat.

Baca Juga : DPR, BI, dan Pemerintah Sepakati Penguatan Koordinasi Fiskal-Moneter untuk Jaga Stabilitas Ekonomi

“Berdasarkan kebijkan efisiensi penggunaan anggaran pemerintah daerah seharusnya banyak melakukan inovasi – inovasi yang bersifat ekonomis. Saya mencontohkan limbah sampah rumah tangga organik atau anorganik dapat bernilai tinggi dengan melakukan pengelolaan yang baik, seperti menjadikan pupuk organik cair dan paving blok,” ungkap Nazaruddin.

Ia berharap inovasi tersebut dapat mengajarkan masyarakat bebas dari sampah dan menjadikan kota bersih berkelanjutan,  pupuk organik cair menunjang dan menekan biaya untuk ketahanan pangan sedangkan paving blok di gunakan jalan toar dan jalan taman. Selain itu progran inovasi ini dapat menurunkan tingkat pengangguran. (Arm/Red)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *