Nusawarta.id, Padang Batung — Pengurus Cabang Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PC SEMMI) Hulu Sungai Selatan (HSS) berziarah ke Makam Pahlawan Pusara Bhakti Banua, Batu Bini, Kecamatan Padang Batung, Rabu (30/9/2026).
Baca Juga : SEMMI Cabang HSS Resmi Dilantik, Pengurus Fokus Pada Pengembangan UMKM dan Kolaborasi
Rangkaian Kegiatan JERNIH
PC SEMMI HSS mengusung tema JERNIH, yakni Jejak Sejarah, Renungan, Doa, dan Kebersihan Makam. Melalui kegiatan ini, mahasiswa mengenang perjuangan para pahlawan sekaligus menggali nilai perjuangan bagi generasi muda.
Peserta mengawali kegiatan dengan doa bersama di area makam. Selanjutnya, mereka membersihkan lingkungan makam sebagai bentuk kepedulian terhadap tempat peristirahatan para pejuang.
Setelah itu, peserta mengikuti sesi refleksi bersama Kapolsek Padang Batung IPDA Roni Priyanto.
Pesan untuk Generasi Muda
Dalam sesi refleksi, Roni mengajak generasi muda memahami semangat perjuangan para pahlawan. Selain itu, ia mendorong mahasiswa meneruskan semangat tersebut melalui berbagai kegiatan positif.
“Generasi muda harus melanjutkan semangat juang para pahlawan dan jangan sampai terbawa arus anarkisme,” ujar IPDA Roni Priyanto.
Menurut Roni, generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga nilai perjuangan di tengah perubahan zaman. Karena itu, mereka dapat menerapkan semangat tersebut melalui kepedulian terhadap masyarakat, lingkungan, pendidikan, dan kegiatan sosial.

Refleksi Sejarah
Ketua PC SEMMI HSS Rayna mengatakan kegiatan JERNIH tidak hanya menjadi agenda ziarah. Menurutnya, kegiatan tersebut juga memberi ruang bagi peserta untuk menghubungkan sejarah dengan kehidupan generasi muda.
Rayna berharap peserta mengambil nilai perjuangan para pahlawan dan menerapkannya dalam kehidupan bermasyarakat. Ia juga mengajak generasi muda mempelajari sejarah sebagai bahan refleksi dalam kehidupan berbangsa.
Rayna menegaskan bahwa generasi muda perlu mengenang perjuangan para pahlawan, mempelajari sejarah, serta menggunakan nilai perjuangan tersebut sebagai bahan refleksi dalam kehidupan berbangsa.
Selain berdoa dan membersihkan makam, peserta juga berdiskusi mengenai makna perjuangan para pahlawan. Dengan demikian, kegiatan JERNIH tidak berhenti pada kegiatan ziarah, tetapi juga mendorong mahasiswa memahami sejarah dan menerapkan nilai perjuangan dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan tersebut juga memperkuat kepedulian mahasiswa terhadap sejarah lokal serta mendorong mereka menjaga nilai perjuangan dalam kehidupan sosial sehari-hari.
(Syairi/Red)












