Nusawarta.id, Papua – Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Ahmad Yohan menegaskan bahwa Papua memiliki potensi luar biasa di sektor pertanian yang dapat menjadi kekuatan strategis dalam mendukung kemandirian pangan nasional. Potensi tersebut, menurutnya, bersumber dari luasnya lahan pertanian, tingginya keanekaragaman hayati, serta melimpahnya sumber daya alam yang dimiliki Bumi Cenderawasih.
Dalam kunjungan kerja Komisi IV DPR RI ke Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, Jumat (31/10), Ahmad Yohan menyampaikan bahwa meski memiliki kekayaan alam yang besar, sektor pertanian di Papua masih menghadapi sejumlah persoalan mendasar.
“Potensi besar ini belum sepenuhnya termanfaatkan karena masih ada kendala seperti keterbatasan infrastruktur pertanian, akses terhadap sarana produksi, kapasitas sumber daya manusia pertanian lokal yang masih terbatas, serta belum optimalnya sistem hilirisasi dan rantai pasok pangan,” ujarnya di Sentani.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Ahmad Yohan mendorong adanya sinergi lintas lembaga agar pengembangan pertanian di Papua berjalan lebih terintegrasi.
Baca Juga : Kemenkum Usulkan Lahan 6,8 Hektare untuk Pembangunan Sekolah Rakyat di Tangerang
“Kami mendorong adanya kerja sama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN pangan, dan masyarakat pertanian agar terbentuk ekosistem pertanian Papua yang kuat dari hulu hingga hilir,” tambahnya.
Sementara itu, Bupati Jayapura Yunus Wonda menyambut positif kunjungan kerja Komisi IV DPR RI tersebut. Ia menilai kehadiran para legislator pusat dapat memperkuat koordinasi dan mempercepat program pembangunan pertanian di daerah.
“Kabupaten Jayapura memiliki lebih dari 204 ribu jiwa dengan luas wilayah 13.737 kilometer persegi yang terbagi atas 19 distrik, 139 kampung, dan lima kelurahan,” jelasnya.
Yunus menerangkan, wilayah Jayapura terbagi menjadi tiga zona utama, di mana kawasan Grimenawa menjadi pusat pengembangan pertanian, perkebunan, dan peternakan. Pemerintah daerah, lanjutnya, menargetkan pembukaan 100 hektare lahan baru pada tahun 2026 guna meningkatkan hasil produksi pertanian.
Baca Juga : Soeharto Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional, Mensos Pastikan Sudah Penuhi Syarat
“Kami memberikan apresiasi kepada Balai Penerapan Modernisasi Pertanian Papua yang selama ini telah membantu para petani, khususnya di kawasan Grimenawa,” kata Yunus.
Meski demikian, Yunus mengakui masih terdapat kendala yang perlu segera diatasi, terutama terkait keterbatasan sarana dan prasarana pertanian modern seperti traktor dan alat pendukung lainnya.
“Kami berharap sinergi antara pemerintah daerah, DPR RI, dan pemerintah pusat terus diperkuat demi kemajuan sektor pertanian, perkebunan, dan peternakan di Kabupaten Jayapura,” ujarnya.
Kunjungan Komisi IV DPR RI ke Papua ini menjadi bagian dari masa persidangan I tahun 2025–2026 yang fokus pada penguatan ketahanan pangan dan pengembangan pertanian berkelanjutan di wilayah timur Indonesia.












