Kuota Haji Jawa Timur 2026 Naik 20,6% Jadi 42.409 Jamaah

  • Bagikan
Foto: Ilustrasi Jamah haji dihasilkan oleh AI

Nusawarta.id, Jember  Kuota haji untuk Provinsi Jawa Timur pada tahun 2026 mengalami peningkatan signifikan. Jumlah jamaah yang akan berangkat naik dari 35.152 pada tahun 2025 menjadi 42.409 jamaah pada tahun 2026. Artinya, terdapat tambahan sekitar 7.200 jamaah.

Ketua KBIHU Ar-Raudhah Jember, H. Djoko Purwanto, menyambut positif kebijakan tersebut. Menurutnya, tambahan kuota menjadi kabar baik sekaligus tantangan bagi lembaga bimbingan haji dan umrah di daerah. “Penambahan kuota ini menjadi tantangan bagi kami di KBIHU. Kami tidak boleh pasif menunggu jamaah datang, tetapi harus lebih aktif menjemput jamaah yang masuk estimasi berangkat tahun 2026,” ujarnya saat wawancara, Selasa (28/10/2025).

Baca Juga Biaya Haji 2026 Turun Rp2 Juta, DPR dan Pemerintah Capai Kesepakatan

Ia menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan langkah strategis untuk menyambut jamaah yang sudah mendaftar sejak tahun 2012. Mereka merupakan calon jamaah yang telah menyetor dana awal sebesar Rp25 juta dan kini masuk estimasi keberangkatan 2026. “Kami akan menghubungi jamaah yang mendaftar pada Agustus hingga November 2012. Mereka harus bersiap, baik sebagai jamaah reguler maupun cadangan,” ungkapnya. Pendekatan aktif seperti ini, lanjutnya, penting agar calon jamaah memiliki waktu yang cukup untuk menyiapkan fisik, mental, dan administrasi sebelum keberangkatan.

Di Kabupaten Jember, terdapat 12 KBIHU aktif yang melayani calon jamaah haji. KBIHU Ar-Raudhah menjadi yang termuda karena baru memperoleh izin operasional pada tahun 2024. Meski baru berdiri, lembaga ini sudah berhasil memberangkatkan 45 jamaah pada musim haji 2025. Untuk tahun 2026, KBIHU Ar-Raudhah menargetkan lebih dari 100 jamaah akan mengikuti pembinaan manasik di bawah bimbingannya. “Kami ingin setiap jamaah mampu melaksanakan ibadah secara mandiri di Tanah Suci. Semua KBIHU di Jember memiliki visi yang sama, yaitu mencetak jamaah mandiri yang tidak bergantung kepada siapa pun,” tegas H. Djoko.

Baca Juga  Hari Santri, MUI : Peran Santri Hadapi Tantangan Bangsa

Dengan tambahan kuota ini, Jawa Timur tetap menjadi provinsi dengan jumlah jamaah haji terbanyak di Indonesia. Penambahan ini merupakan hasil diplomasi Pemerintah Indonesia dengan Arab Saudi dalam upaya memperpendek masa tunggu haji yang masih panjang di berbagai daerah. Pemerintah daerah bersama seluruh KBIHU diharapkan dapat berkolaborasi untuk memperkuat pembinaan, pelayanan, serta kesiapan jamaah agar pelaksanaan ibadah haji tahun 2026 berjalan tertib dan lancar. (Imam/Red)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *