Kerja sama ini mencakup berbagai sektor strategis, mulai dari ketahanan pangan, industri dan perdagangan, pengembangan koperasi dan UMKM, hingga pengembangan sumber daya manusia di sektor tekstil dan alas kaki. Beberapa kerja sama lintas OPD yang dijalin antara lain:
-
Dinas Ketahanan Pangan Jateng-Jatim terkait pembangunan dan pengembangan ketahanan pangan.
-
Dinas Koperasi dan UMKM Jateng-Jatim untuk pemberdayaan dan pengembangan koperasi serta UMKM.
-
Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jateng-Jatim dalam fasilitasi pengembangan industri dan perdagangan.
-
Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Jateng-Jatim untuk pengembangan SDM industri tekstil dan alas kaki.
Baca Juga: Menkes Janjikan Bantuan Rp30 Miliar untuk Pemulihan RSUD Wangaya Pasca Banjir
-
Dinas Pertanian dan Perkebunan Jateng-Jatim dalam pengelolaan perlindungan tanaman.
-
Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Jateng-Jatim untuk pengembangan sektor peternakan dan kesehatan hewan.
Selain itu, sejumlah BUMD dari kedua provinsi juga menjalin kerja sama, seperti PT Jateng Petro Energi (Perseroda) dengan PT Petrogas Jatim Utama, PT Jateng Agro Berdikari (Perseroda) dengan PT Jatim Grha Utama, hingga kerja sama antara Kadin dan Hipmi Jawa Tengah-Jawa Timur.
“MoU ini akan segera kita tindaklanjuti, tidak hanya antar-OPD tetapi juga BUMD, Kadin, dan Hipmi, sehingga di dua provinsi ini akan timbul ekonomi baru di beberapa sektor,” kata Ahmad Luthfi.
Gubernur Jawa Tengah menekankan bahwa kerja sama ini merupakan bentuk collaborative government atau pemerintahan kolaboratif yang diharapkan mampu memperkuat ekonomi di kedua provinsi. Luthfi mencontohkan, pemenuhan kebutuhan susu di Jawa Tengah dapat diambil dari Jawa Timur, sementara gula kristal yang banyak diproduksi di Banyumas, Jawa Tengah, dapat memenuhi kebutuhan Jawa Timur.
Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menekankan pentingnya sinergi antara kedua provinsi.
“Jawa Timur dan Jawa Tengah adalah pusatnya nusantara. Kerja sama ini penting agar seluruh elemen strategis tidak hanya tersambung secara institusional, tetapi juga dalam kemajuan bersama, termasuk ekonomi, karena dua provinsi ini termasuk yang terbesar kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional,” ujarnya.
Khofifah menegaskan, tujuan utama kerja sama ini adalah sinergi dan kolaborasi, memaksimalkan potensi masing-masing provinsi untuk saling mendukung, sehingga memberikan manfaat optimal bagi masyarakat Jawa Tengah dan Jawa Timur. (Fikri/Red)












