IHSG Terus Tertekan, Pemerintah Janji Benahi Tata Kelola Pasar Saham

  • Bagikan
Presiden RI Prabowo Subianto dalam World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026) (Foto: Sekretariat Presiden RI/Nusawarta.id)

Nusawarta.id, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berada dalam tekanan berat usai anjlok tajam sepanjang pekan lalu. Tren negatif tersebut berlanjut pada awal perdagangan pekan ini, di tengah kekhawatiran pasar terhadap stabilitas tata kelola bursa dan respons otoritas menyusul kebijakan Morgan Stanley Capital International (MSCI).

Pada pembukaan perdagangan Senin (2/2/2026) pukul 09.20 WIB, IHSG ambles 335,91 poin atau 4,03 persen ke level 7.993,70. Nilai transaksi tercatat mencapai Rp7,96 triliun dengan volume perdagangan 141,56 juta lot dan frekuensi 822.990 kali transaksi. Meski aktivitas perdagangan terbilang ramai, tekanan jual mendominasi pergerakan pasar. Indeks LQ45 turut terseret turun 28,55 poin atau 3,43 persen ke posisi 804,98.

Pekan lalu, IHSG sempat terjun bebas hingga memicu penghentian sementara perdagangan (trading halt) sebanyak dua kali berturut-turut, menandai salah satu periode volatilitas terburuk dalam beberapa tahun terakhir.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengakui, anjloknya IHSG memantik emosi banyak pihak, termasuk Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, reaksi tersebut wajar mengingat pasar saham menyangkut kepentingan ekonomi nasional dan kepercayaan investor.

Baca Juga : Awal 2026 Moncer, Menkeu Purbaya Yakin IHSG Berpeluang Tembus Level 10.000

“Seharusnya kan begini, kita semua kan harusnya begitu ya, bukan hanya presiden,” ujar Prasetyo di SICC Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).

Prasetyo menegaskan pemerintah telah turun tangan dengan menyiapkan dan menjalankan sejumlah langkah untuk memulihkan kepercayaan pasar. Ia menekankan pentingnya memahami akar persoalan yang menyebabkan penurunan IHSG secara signifikan agar solusi yang diambil tepat sasaran.

“Kita perlu pahami apa yang melandasi sampai terjadinya turunnya IHSG yang sangat signifikan. Nah, itulah yang kemudian kita cari jalan keluarnya,” kata Prasetyo.

Baca Juga  Indonesia dan India Sepakati Kerja Sama Pertukaran Budaya di Berbagai Bidang

Ia juga mengajak seluruh pelaku pasar dan masyarakat untuk tetap optimistis. Pemerintah, lanjutnya, berkomitmen membenahi tata kelola pasar saham agar lebih transparan dan kredibel. “Bismillah. Hari ini kita harus optimis, kita harus yakin. Ini untuk kepentingan kita semua,” ujarnya.

Tekanan pasar terjadi di tengah kekhawatiran atas kebijakan MSCI yang berencana mengubah skema review indeks saham Indonesia mulai Februari 2026. MSCI akan membekukan kenaikan Foreign Inclusion Factor (FIF) dan Number of Shares (NOS), menghentikan penambahan konstituen ke MSCI Investable Market Indexes (IMI), serta membekukan perpindahan naik antarsegmen ukuran saham.

Baca Juga : IHSG Tembus 8.602 pada Penutupan Perdagangan, Menkeu Purbaya: “To the Moon!”

Kondisi ini berbanding terbalik dengan optimisme Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang sebelumnya meyakini IHSG akan segera keluar dari zona merah. Purbaya menilai kegelisahan pasar dipicu isu tata kelola bursa, terutama setelah mundurnya Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman.

Sebelumnya, jajaran pimpinan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga mengundurkan diri, yakni Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Inarno Djajadi, serta Deputi Komisioner I B. Aditya Jayaantara. Pengunduran diri tersebut terjadi beriringan dengan pengumuman MSCI terkait pembekuan sementara perlakuan indeks terhadap saham Indonesia.

MSCI menyatakan kebijakan tersebut diambil untuk menekan perputaran indeks dan risiko kelayakan investasi, sekaligus memberi waktu bagi otoritas pasar Indonesia memperbaiki transparansi. Jika hingga Mei 2026 tidak ada perbaikan signifikan, MSCI membuka kemungkinan evaluasi lanjutan, termasuk potensi penurunan bobot saham Indonesia di indeks pasar negara berkembang hingga risiko reklasifikasi dari Emerging Market menjadi Frontier Market.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *