Nusawarta.id, Jakarta — Raut wajah Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa tampak sumringah ketika mengetahui Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menorehkan sejarah. Pada penutupan perdagangan Rabu (26/11/2025), IHSG melaju ke level tertinggi sepanjang masa atau all time high (ATH) di posisi 8.602,13.
Angka tersebut mencerminkan penguatan 0,94 persen atau 80,24 poin dibandingkan perdagangan sehari sebelumnya. Menanggapi capaian tersebut, Purbaya tak bisa menyembunyikan kebanggaannya.
“Wah mantaplah. To the moon, to the moon,” ujarnya dengan nada ceria saat ditemui wartawan di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta.
Purbaya menilai, capaian IHSG yang menembus ATH pada penutupan perdagangan kemaren menunjukkan bahwa kepercayaan investor terhadap perekonomian nasional semakin pulih. Menurutnya, pasar modal saat ini merespons positif berbagai kebijakan yang ditempuh pemerintah, khususnya di sektor ekonomi dan reformasi kebijakan jangka panjang.
“Naiknya IHSG hingga mencetak rekor menandakan investor percaya pada arah kebijakan pemerintah. Mereka berekspektasi pertumbuhan ekonomi bisa lebih cepat, dan kebetulan memang akan terjadi,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa pergerakan IHSG pada dasarnya sangat bergantung pada fundamental ekonomi dan kinerja emiten-emiten di dalamnya. Karena itu, peningkatan indeks ini menjadi sinyal bahwa para pelaku pasar melihat prospek ekonomi Indonesia semakin menjanjikan.
“Investor pasar modal itu forward looking. Mereka sudah menghitung potensi ekonomi di depan. Jadi meskipun sekarang ekonomi belum secepat itu, mereka melihat kebijakan kita sejalan. ‘Wah, Purbaya jago nih’, kira-kira begitu lah,” ujarnya sambil tersenyum.
Meski mengakui kenaikan IHSG turut dipengaruhi oleh pergerakan beberapa saham gorengan, Menkeu menegaskan bahwa hal tersebut tidak menjadi faktor utama. Optimisme ekonomi yang semakin kuat, kata dia, tetap menjadi pendorong dominan kenaikan indeks.
“Ada beberapa yang gorengan, tapi yang lain juga naik kan. Jadi kalau enggak ada optimisme di sektor perekonomian itu, IHSG enggak akan naik ke 8.600,” jelasnya.
Ia berharap otoritas bursa dan pengawas pasar modal tetap mengambil tindakan tegas terhadap saham-saham yang bergerak tidak wajar agar stabilitas pasar tetap terjaga.
Dengan pencapaian ini, IHSG kembali membuktikan daya tahannya di tengah dinamika global. Purbaya menegaskan bahwa pemerintah akan terus menjaga stabilitas ekonomi dan memperkuat fondasi pertumbuhan, sehingga kepercayaan investor dapat terus dipertahankan.
Kenaikan IHSG ke level tertinggi ini menjadi sinyal positif bahwa pasar menaruh harapan besar pada arah perekonomian Indonesia ke depan. Pemerintah pun optimistis tren ini akan berlanjut seiring implementasi kebijakan yang semakin terarah dan terukur.












