Raffi Ahmad Bantah Terlibat Kasus Korupsi Bea Cukai, Tegaskan Hanya Berfoto di Depan Blueray Cargo

  • Bagikan
Raffi Ahmad (Foto: Instagram raffinagita1717/Nusawarta.id)

Nusawarta.id, Jakarta — Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, membantah terlibat dalam kasus dugaan korupsi impor barang di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan yang tengah diusut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Nama Raffi sempat dikaitkan dengan perkara tersebut setelah muncul dalam proses penyidikan KPK terkait aktivitasnya di kawasan operasional perusahaan Blueray Cargo di Amerika Serikat. Namun, Raffi menegaskan kehadirannya di lokasi itu tidak memiliki hubungan dengan aktivitas bisnis maupun pengiriman barang.

Dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (11/6/2026), Raffi menjelaskan bahwa kunjungannya ke Amerika Serikat saat itu merupakan bagian dari perjalanan mengikuti ajang maraton bersama musisi Ariel NOAH.

Menurut Raffi, setelah mengikuti Chicago Marathon, ia melanjutkan perjalanan ke New York bersama istri dan beberapa rekannya. Selama berada di kota tersebut, ia mengunjungi sejumlah usaha milik warga Indonesia untuk membantu promosi.

“Di New York juga sama, saya mempromosikan teman-teman yang punya usaha di New York. Ada yang namanya Awang Kitchen, ada yang namanya Indo Java. Indo Java itu toko kelontong yang isinya memang produk-produk Indonesia,” ujar Raffi.

Baca Juga : KPK Kebut Pelimpahan Kasus Korupsi Kuota Haji, Yaqut Cs Segera Disidangkan

Ia menambahkan, selama berada di New York dirinya juga berkeliling bersama sejumlah warga Indonesia sambil membawa bendera Merah Putih.

Terkait Blueray Cargo, Raffi menegaskan dirinya hanya berfoto di depan toko setelah diajak sejumlah warga Indonesia yang berada di lokasi. Ia membantah pernah masuk ke dalam kantor perusahaan tersebut.

Raffi menjelaskan, setelah keluar dari Awang Kitchen, dirinya bersama Ariel dan rekannya, Gading Marten, diminta berfoto oleh beberapa orang di depan lokasi yang berdekatan dengan kantor Blueray Cargo.

Baca Juga  Penertiban Kawasan Hutan Setor Rp11,4 Triliun ke Negara, Menkeu: Tambal Defisit APBN

“Saya keluar dari Awang Kitchen, satu dua tiga toko di sebelahnya itu ada yang namanya Blueray. Mereka panggil saya, ‘Mas Raffi, Mas Ariel, Mas Gading foto dong sama saya’. Ya sudah kami foto,” katanya.

Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut hanya sebatas berfoto dan tidak disertai kunjungan ke dalam kantor perusahaan.

“Foto di depan tokonya. Tidak masuk ke dalam,” ujarnya.

Raffi mengakui sempat mendapat tawaran untuk melihat lebih jauh aktivitas perusahaan tersebut. Namun, ia mengaku menolak karena keterbatasan waktu.

Dalam kesempatan itu, pihak Blueray Cargo disebut sempat memperkenalkan layanan pengiriman barang dari Amerika Serikat ke Indonesia. Meski demikian, Raffi menegaskan percakapan tersebut hanya berlangsung singkat dan tidak pernah berlanjut ke kerja sama maupun aktivitas lainnya.

Sebelumnya, KPK mengonfirmasi nama Raffi Ahmad muncul dalam penyidikan kasus dugaan korupsi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan.

Baca Juga : Kejagung Tetapkan Tersangka Baru Kasus Korupsi MBG

Pelaksana Tugas Direktur Penyidikan KPK, Achmad Taufik Husein, menyatakan kemunculan nama Raffi terkait fakta penyidikan mengenai aktivitas penitipan atau pengiriman barang elektronik dari Amerika Serikat ke Indonesia melalui Blueray Cargo.

“Betul, ada fakta saudara RA itu menitip,” kata Taufik di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (8/6/2026).

Meski demikian, hingga kini KPK belum menyatakan Raffi Ahmad sebagai tersangka maupun pihak yang terlibat dalam dugaan tindak pidana korupsi tersebut. Penyidikan perkara masih terus berlangsung untuk mengungkap peran para pihak yang terkait dalam kasus itu.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *