Zulhas: Piala Dunia 2026 Jadi Pemersatu Bangsa dan Penggerak Ekonomi UMKM

  • Bagikan
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan sambutan dalam Semarak Bola Gembira Piala Dunia 2026 di Kantor Pusat LPP TVRI, Jakarta, Kamis (11/6/2026). (Foto: Antara/Nusawarta.id)

Nusawarta.id, Jakarta — Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menilai penyelenggaraan Piala Dunia 2026 tidak hanya menjadi ajang hiburan olahraga, tetapi juga memiliki kekuatan untuk menyatukan masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Hal tersebut disampaikan Zulhas saat meresmikan acara nonton bareng (nobar) Piala Dunia 2026 bertajuk “Semarak Bola Gembira” yang digelar oleh TVRI di kawasan Senayan, Jakarta, Kamis malam.

Menurut Zulhas, sepak bola memiliki daya tarik yang mampu menghilangkan sekat perbedaan di tengah masyarakat.

“Bola ini akan menyatukan kita. Mudah-mudahan kalau bola, biasanya kita tidak lihat latar belakang, kita bersatu,” ujar Zulhas kepada awak media.

Ia berharap turnamen sepak bola terbesar di dunia yang berlangsung selama satu bulan penuh tersebut dapat mempererat kebersamaan antarwarga sekaligus menjaga suasana sosial yang kondusif.

Baca Juga : Raffi Ahmad Bantah Terlibat Kasus Korupsi Bea Cukai, Tegaskan Hanya Berfoto di Depan Blueray Cargo

Menurutnya, antusiasme masyarakat terhadap Piala Dunia selalu tinggi dan cenderung meningkat seiring berjalannya kompetisi.

“Mudah-mudahan selama satu bulan ini mempererat kebersamaan kita. Kalau Piala Dunia, enggak usah disuruh, tambah hari tambah banyak yang nonton. Insyaallah sebulan akan jauh lebih aman,” katanya.

Selain aspek sosial, Zulhas menyoroti dampak ekonomi yang ditimbulkan oleh euforia Piala Dunia. Ia meyakini maraknya kegiatan nobar di berbagai daerah akan menciptakan perputaran ekonomi yang signifikan, terutama bagi pelaku UMKM.

“Ini akan memberikan dampak ekonomi terutama UMKM yang luar biasa,” tegasnya.

Menurut Zulhas, pelaku usaha kecil seperti pedagang makanan dan minuman, serta penjual atribut dan pernak-pernik bertema Piala Dunia berpotensi memperoleh peningkatan pendapatan selama berlangsungnya turnamen.

Baca Juga  Dasco Nilai Usulan Penambahan Usia Pensiun Polri Perlu Dikaji Demi Kesetaraan Antarpenegak Hukum

Lebih lanjut, ia mengingatkan agar demam Piala Dunia tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga mendorong masyarakat untuk meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya olahraga dan pola hidup sehat.

“Ini akan memberikan kesadaran bahwa olahraga itu penting dan sehat, tidak bisa diwakili,” ujarnya.

Baca Juga : Soroti Ekonomi, BEM UI Gelar Aksi di Bundaran HI Besok

Sebagai informasi, FIFA World Cup 2026 hadir dengan format baru yang melibatkan 48 negara peserta dan mempertandingkan total 104 laga. Turnamen tersebut digelar di 16 stadion yang tersebar di tiga negara tuan rumah, yakni Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.

Laga pembuka mempertemukan Meksiko melawan Afrika Selatan pada Jumat (12/6) dini hari WIB. Dalam pertandingan tersebut, Meksiko berhasil meraih kemenangan 2-0 atas Afrika Selatan.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *