Nusawarta.id, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto membuka peluang melakukan perombakan atau reshuffle kabinet setelah dua tahun pemerintahannya. Prabowo mengatakan evaluasi terhadap kinerja para menteri dilakukan secara berkelanjutan.
Meski demikian, Prabowo menilai para menteri yang saat ini tergabung dalam pemerintahannya masih bekerja dengan baik.
“Jadi, begini, kalau saya evaluasinya terus-menerus dan sampai sekarang secara objektif ya saya harus mengatakan bahwa tim saya bekerja. Oke,” kata Prabowo dalam Program Presiden Menjawab, dikutip di Jakarta, Kamis (17/9/2026).
Prabowo mengibaratkan kabinet sebagai sebuah kesebelasan sepak bola yang memiliki pemain inti maupun cadangan. Menurutnya, pergantian personel dapat dilakukan sesuai kebutuhan organisasi.
Namun, saat ini pemerintah masih fokus menangani sejumlah persoalan mendasar yang dihadapi Indonesia. Beberapa di antaranya yakni ketahanan pangan, energi, serta pengentasan kemiskinan.
Baca Juga : Pabrik Mebel Milik Keluarga Jokowi di Sragen Terbakar, Api Muncul dari Mesin Boiler
“Jadi saya fokus dulu karena Indonesia ini begitu rumit masalahnya. Kita harus fokus kepada hal yang mendasar,” ujarnya.
Prabowo menyebut ketahanan pangan menjadi salah satu prioritas pemerintah melalui upaya mencapai swasembada pangan. Pemerintah juga berupaya menjaga ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) serta mengembangkan energi baru dan terbarukan.
Selain itu, pemerintah memberikan perhatian terhadap persoalan kelaparan anak, stunting, kemiskinan absolut, hingga kemiskinan ekstrem. Efisiensi anggaran juga terus dilakukan untuk mengoptimalkan penggunaan keuangan negara.
Kendati demikian, Prabowo menegaskan evaluasi terhadap jajaran kabinet tetap berjalan. Ia tidak menutup kemungkinan reshuffle dilakukan apabila terdapat kebutuhan untuk menempatkan seseorang sesuai kompetensi dan posisi yang dibutuhkan.
“Jadi kalaupun nanti ada reshuffle saya kira antara lain mungkin untuk promosi orang ya tentunya kita organisasi ini kita selalu harus cari benar-benar the right man in the right place,” katanya.
Menurut Prabowo, pergantian menteri juga dapat dilakukan apabila seorang pejabat dinilai tidak sesuai dengan posisi yang ditempatinya atau menghadapi persoalan tertentu.
Baca Juga : Istana Sebut Menteri Harus Siap Dicopot, Purbaya Masih Pikirkan Alasan Pergantian
“Ya kompetensi dan kalau ada yang mungkin dia enggak cocok di tempat itu. Ya, kita harus tadi kita harus mampu untuk mengganti orang yang benar atau dia sendiri ada masalah ya kita enggak bisa hindari kan,” jelasnya.
Saat ditanya apakah dua tahun pemerintahan menjadi momentum yang logis untuk melakukan evaluasi kabinet, Prabowo membenarkan hal tersebut. Ia menilai kurun waktu dua tahun cukup bagi para pembantunya untuk menunjukkan kemampuan dan kinerjanya.
“Saya kira saya kira itu sesuatu yang logis ya. Iya kan? 2 tahun. Jadi masing-masing sudah punya waktu untuk membuktikan kemampuannya dan sebagainya,” tutur Prabowo.












