Seskab Ikuti Rapat Koordinasi, Pemerintah Matangkan Penyesuaian Energi dan Stimulus Ekonomi

  • Bagikan
Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto (tengah) dan Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie (kiri) dalam jumpa pers di sela Road to Jakarta Food Security Summit di Jakarta, Selasa (13/1/2026). (Foto: Nusawarta.id)

Nusawarta.id, Jakarta — Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengikuti rapat koordinasi lintas kementerian dan lembaga yang membahas rencana penyesuaian sektor energi serta kebijakan stimulus ekonomi. Rapat tersebut dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan digelar secara virtual pada Selasa (24/3/2026).

Melalui keterangan yang disampaikan via akun resmi Sekretariat Kabinet, Teddy menjelaskan bahwa rapat tersebut menjadi forum strategis untuk merumuskan langkah pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah dinamika global yang terus berkembang.

“Rapat koordinasi ini membahas rencana kebijakan penyesuaian kembali sektor energi serta sejumlah kebijakan stimulus ekonomi,” ujarnya.

Menurut Teddy, penyesuaian di sektor energi menjadi salah satu fokus utama pemerintah. Kebijakan ini diarahkan untuk memastikan keberlanjutan pasokan energi nasional sekaligus menjaga keseimbangan ekonomi. Pemerintah berupaya mengantisipasi berbagai potensi gejolak, termasuk dampak dari kondisi geopolitik global yang memengaruhi harga dan distribusi energi.

Baca Juga : Pemerintah Siapkan Kebijakan WFH Pasca Lebaran, Sasar Efisiensi BBM di Tengah Gejolak Harga Minyak Dunia

Selain membahas sektor energi, rapat tersebut juga menjadi ajang pertukaran pandangan antarpejabat tinggi negara terkait arah kebijakan ekonomi ke depan. Sejumlah masukan strategis disampaikan sebagai bahan pertimbangan dalam proses perumusan kebijakan yang lebih komprehensif dan adaptif terhadap tantangan global.

Rapat koordinasi ini turut dihadiri sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju, di antaranya Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, serta Menteri Investasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani. Hadir pula Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti serta Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto.

Sebelumnya, pada 13 Maret 2026, Presiden Prabowo Subianto telah memimpin rapat terbatas di Istana Kepresidenan Jakarta guna membahas langkah antisipatif pemerintah dalam menjaga ketahanan energi nasional. Dalam rapat tersebut, presiden menerima laporan dari sejumlah menteri terkait potensi krisis energi global, terutama yang dipicu oleh konflik di kawasan Timur Tengah.

Baca Juga  RUU Anti Disinformasi Asing Diklaim Tak Ancam Demokrasi

Presiden Prabowo kemudian menginstruksikan agar kebijakan efisiensi difokuskan pada sektor-sektor tertentu guna menjaga stabilitas pasokan energi dalam negeri. Langkah efisiensi tersebut dinilai penting sebagai strategi menghadapi ketidakpastian global sekaligus menjaga daya tahan ekonomi nasional.

Baca Juga : Indonesia Perkokoh Ketahanan Pangan di Tengah Ancaman Krisis Global

Melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga, pemerintah menegaskan komitmennya untuk memastikan kebijakan energi dan stimulus ekonomi berjalan efektif, tepat sasaran, serta tidak mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat. Upaya ini diharapkan mampu menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional di tengah tantangan global yang semakin kompleks.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *