Nusawarta.id, Jakarta – DPRD DKI Jakarta menilai maraknya aksi tawuran dan balap liar yang belakangan berhasil digagalkan aparat kepolisian menjadi alarm serius bahwa persoalan kenakalan remaja di ibu kota belum tertangani secara menyeluruh. Kondisi tersebut dinilai membutuhkan langkah penanganan yang lebih komprehensif dan tidak sekadar mengandalkan penindakan hukum.
Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta, Justin Adrian Untayana, mengatakan langkah cepat aparat kepolisian dalam menggagalkan potensi tawuran maupun balap liar patut diapresiasi karena mampu mencegah gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat. Namun demikian, ia menilai pendekatan represif semata tidak cukup untuk menyelesaikan persoalan yang terus berulang.
“Penindakan oleh aparat sudah berjalan baik, tetapi akar persoalan kenakalan remaja ini belum tersentuh secara optimal. Ini yang harus menjadi perhatian serius Pemprov DKI,” kata Justin, Jumat (15/5/2026).
Menurutnya, keterlibatan remaja dalam aksi tawuran dan balap liar tidak dapat dilepaskan dari lemahnya pengawasan lingkungan sosial, minimnya aktivitas positif bagi generasi muda, serta kurang optimalnya peran keluarga dan sekolah dalam membangun karakter anak.
Baca Juga : Hinca Sebut Bukti Jaksa Kuat, Nadiem Terancam 18 Tahun Penjara di Kasus Chromebook
Karena itu, Komisi E DPRD DKI Jakarta mendorong Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk memperkuat program pembinaan remaja melalui berbagai kegiatan produktif. Program tersebut dinilai perlu mencakup pengembangan olahraga, pelatihan keterampilan, hingga pengawasan berbasis komunitas di kawasan yang selama ini rawan tawuran dan balap liar.
Selain pembinaan, Justin juga menekankan pentingnya koordinasi lintas instansi agar penanganan kenakalan remaja tidak berjalan parsial. Ia menilai sinergi antara Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, aparat kewilayahan, hingga unsur masyarakat harus diperkuat untuk menciptakan sistem pencegahan yang efektif.
“Jangan hanya reaktif saat kejadian. Harus ada langkah preventif yang konsisten dan terukur agar anak-anak muda kita tidak terjerumus ke aktivitas yang membahayakan,” ujarnya.
Ia menambahkan, pendekatan edukatif dan persuasif perlu dikedepankan dalam menangani remaja yang terlibat kenakalan sosial. Meski demikian, penegakan hukum tetap harus dilakukan terhadap pelanggaran yang telah masuk kategori tindak pidana.
Dengan meningkatnya kasus tawuran dan balap liar di sejumlah wilayah Jakarta, DPRD berharap Pemprov DKI segera merumuskan strategi penanganan yang lebih menyeluruh guna menekan kenakalan remaja sekaligus menciptakan ruang yang aman, sehat, dan produktif bagi generasi muda di ibu kota.












