Menteri UMKM: Kampus Harus Jadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Nasional lewat Wirausaha Muda

  • Bagikan
Menteri Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman dalam temu media terbatas di Kementerian UMKM RI, Jakarta, Senin (24/11/2025). (Foto: Antara/Nusawarta.id)

Nusawarta.id, Jakarta – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman mendorong perguruan tinggi di seluruh Indonesia mengambil peran lebih besar dalam menumbuhkan budaya kewirausahaan di lingkungan akademik. Menurutnya, kampus memiliki posisi strategis sebagai ruang lahirnya inovasi, kreativitas, dan generasi muda yang mampu menjadi motor pertumbuhan ekonomi nasional.

Dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (30/11/2025), Maman menegaskan bahwa upaya memperkuat rasio kewirausahaan nasional menjadi salah satu agenda prioritas pemerintah.

“Kementerian UMKM terus mendorong pertumbuhan rasio kewirausahaan. Ukuran negara berkembang atau negara maju selalu ditandai oleh jumlah entrepreneur yang signifikan,” ujarnya.

Saat ini, rasio wirausaha Indonesia masih berada di bawah 3,5 persen—angka yang jauh tertinggal dibanding negara-negara maju yang umumnya menembus 8 persen atau lebih. Kesenjangan tersebut, menurut Maman, harus dikejar melalui kolaborasi aktif antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia usaha.

Baca Juga : Menteri UMKM Dorong Penguatan Klaster Komoditas Unggulan di Kalbar

Maman menekankan bahwa kampus semestinya menjadi pabrik bagi lahirnya wirausaha muda yang visioner. Merujuk pada data SMERU, ia menyebut 73 persen anak muda Indonesia memiliki minat kuat menjadi wirausaha.

“Potensi sebesar ini harus ditangkap dan difasilitasi dalam ekosistem pendidikan tinggi agar dapat bertransformasi menjadi kekuatan ekonomi baru,” jelasnya.

Ia mengingatkan agar perguruan tinggi tidak lagi sekadar berorientasi mencetak pencari kerja. Sebaliknya, dosen dan institusi akademik diharapkan mampu membentuk lulusan yang menjadi pencipta lapangan kerja melalui penguatan kurikulum kewirausahaan, pelatihan praktis, serta pembiasaan pola pikir kreatif dan analitis.

“Selain memperkuat kurikulum, kampus harus menanamkan kemampuan memecahkan masalah dan mendorong mahasiswa untuk tidak hanya menghafal materi. Semangat inilah yang ingin kita dorong di kampus, supaya lahir tenaga muda dan ahli muda yang mandiri serta memiliki semangat entrepreneurship,” katanya.

Baca Juga  Pramono Anung Murka Laporan Warga Dijawab Foto AI, Pemprov DKI Perintahkan Investigasi

Maman juga menilai kampus perlu menghasilkan lulusan yang berintegritas, memiliki pola pikir progresif, dan siap menghadapi tantangan ekonomi masa depan. Menurutnya, cara berpikir progresif akan melahirkan pengusaha muda yang adaptif, inovatif, dan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Baca Juga : Menteri UMKM Minta Maaf soal Anjuran Produksi Barang KW

“Mari kita merekonstruksi dan merenungkan kembali semangat sebagai pendidik, sekaligus membangun kembali semangat adik-adik mahasiswa,” ujarnya.

Ia optimistis rekonstruksi ekosistem pendidikan tersebut dapat melahirkan generasi pengusaha muda dari kampus yang kelak menjadi agen perubahan bagi masyarakat, UMKM, dan pembangunan nasional.

Pemerintah, lanjut Maman, telah menyiapkan berbagai kebijakan strategis untuk memperkuat potensi wirausaha muda. Program tersebut mencakup peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pendampingan usaha, dukungan legalitas, akses pembiayaan, kemitraan dengan usaha besar, peningkatan mutu produk, hingga digitalisasi sektor UMKM.

“Seluruh kebijakan tersebut dirancang untuk menciptakan iklim usaha yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan bagi pengusaha UMKM,” tegasnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *