Nusawarta.id, Jakarta – Bea Cukai terus mengintensifkan pendampingan kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar semakin siap menembus pasar ekspor. Upaya tersebut dilakukan melalui berbagai kegiatan asistensi di sejumlah daerah, seperti Tanjungpandan, Bandar Lampung, dan Tanjungpinang, yang difokuskan pada peningkatan pemahaman prosedur ekspor, pemanfaatan fasilitas kepabeanan, hingga penguatan daya saing produk lokal.
Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan Bea Cukai, Budi Prasetiyo, mengatakan pendampingan kepada UMKM merupakan bagian dari komitmen institusinya dalam menghadirkan layanan yang tidak hanya berorientasi pada fungsi pengawasan, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan kapasitas pelaku usaha.
“Bea Cukai terus memberikan pendampingan kepada UMKM agar semakin siap memasuki pasar ekspor. Melalui edukasi, asistensi, dan pemanfaatan berbagai fasilitas yang tersedia, kami ingin semakin banyak produk unggulan daerah yang mampu bersaing di pasar internasional dan memberikan kontribusi bagi pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Budi, Senin (13/7/2026).
Di Tanjungpandan, Bea Cukai bersama unit Kementerian Keuangan yang tergabung dalam program Kemenkeu Satu menggelar talkshow bertajuk UMKM Siap Ekspor dalam rangka Belitung Expo. Kegiatan tersebut diikuti pelaku UMKM dan koperasi untuk mendapatkan pemahaman mengenai berbagai instrumen pendukung ekspor.
Materi yang diberikan meliputi pemanfaatan fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor untuk Industri Kecil Menengah (KITE IKM), digitalisasi layanan melalui portal Lembaga National Single Window (LNSW), aspek perpajakan, hingga kemudahan prosedur ekspor bagi UMKM. Melalui kegiatan tersebut, peserta memperoleh wawasan mengenai berbagai fasilitas pemerintah yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan daya saing produk sekaligus memperluas akses ke pasar internasional.
Diskusi yang berlangsung juga menunjukkan tingginya minat pelaku usaha di Belitung untuk mengembangkan bisnis yang berorientasi ekspor.
Sementara itu, di Bandar Lampung, Bea Cukai Lampung melakukan kunjungan pembinaan kepada UMKM binaan, Dr. Koffie, produsen kopi robusta khas Lampung. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pendampingan berkelanjutan untuk memperkuat komunikasi dengan pelaku usaha sekaligus mengidentifikasi kebutuhan dan tantangan dalam pengembangan usaha.
Selain membahas peluang ekspor, pendampingan juga diarahkan pada peningkatan kualitas produk, penguatan pemanfaatan bahan baku lokal, serta pengembangan usaha yang mampu memberikan nilai tambah bagi komoditas unggulan daerah, khususnya kopi Lampung.
Pendampingan serupa turut dilakukan Bea Cukai Tanjungpinang melalui kegiatan Customs Visit Customer di Kabupaten Bintan. Dalam kegiatan tersebut, Bea Cukai memberikan asistensi langsung kepada pelaku UMKM sektor perikanan mengenai prosedur ekspor, ketentuan kepabeanan, serta pemanfaatan berbagai fasilitas yang dapat mendukung pemasaran produk ke pasar luar negeri.
Selain menjadi sarana edukasi, kegiatan tersebut juga menjadi ruang komunikasi antara Bea Cukai dan pelaku usaha untuk membahas berbagai kendala yang dihadapi sekaligus mengidentifikasi peluang pengembangan ekspor di masa mendatang.
Melalui rangkaian pendampingan di berbagai daerah, Bea Cukai berharap semakin banyak UMKM mampu memanfaatkan fasilitas yang tersedia, meningkatkan kualitas produknya, serta memperluas akses ke pasar global sehingga dapat berkontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.












