Menkeu Purbaya Sampaikan Ucapan Hari Ibu, Pastikan Ekonomi Nasional Membaik

  • Bagikan
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: Antara/Nusawarta.id)

Nusawarta.id, Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan ucapan selamat Hari Ibu kepada seluruh ibu di Indonesia. Ucapan tersebut disampaikan bertepatan dengan peringatan Hari Ibu melalui akun media sosial pribadinya, @menkeuri, pada Senin (22/12/2025).

Ucapan Hari Ibu itu disampaikan Purbaya melalui sebuah video yang diunggah bersama sang istri. Dalam tayangan tersebut, Menkeu menyampaikan pesan apresiasi sekaligus penguatan kepada para ibu yang dinilainya memiliki peran strategis, baik dalam keluarga maupun dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

“Untuk ibu-ibu di seluruh Indonesia, selamat Hari Ibu. Semoga ibu-ibu di seluruh Indonesia selalu kuat dan sabar dalam menjalankan tugas sehari-hari serta terus memberikan kontribusi yang maksimum bagi Indonesia,” ujar Purbaya dalam video tersebut.

Selain menyampaikan ucapan, Purbaya juga menyinggung kondisi perekonomian nasional. Ia meminta para ibu agar tidak khawatir terhadap dinamika ekonomi ke depan. Menurutnya, pemerintah terus bekerja menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi agar tetap berkelanjutan.

Baca Juga : Penerimaan Negara Anjlok, Purbaya Akui Bocornya Sistem Bea dan Cukai

“Ibu-ibu enggak usah takut, ke depan ekonomi akan membaik terus,” kata Purbaya.

Lebih lanjut, Purbaya menegaskan bahwa kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga saat ini masih berjalan sesuai dengan perencanaan. Pemerintah, kata dia, terus mengoptimalkan APBN untuk mendukung berbagai program prioritas nasional sekaligus berperan sebagai instrumen utama dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.

“Hingga 30 November 2025, realisasi APBN menunjukkan kinerja yang tetap terjaga,” ungkapnya.

Dari sisi pendapatan negara, realisasi hingga akhir November 2025 tercatat mencapai Rp2.351,5 triliun atau sekitar 82,1 persen dari outlook dalam laporan semester. Capaian tersebut terutama ditopang oleh penerimaan perpajakan yang mencapai Rp1.903,9 triliun.

Baca Juga  Ganjar Pranowo Semprot Wacana Revisi UU Pemilu oleh Pemerintah: Jangan Rampas Wewenang DPR

Penerimaan perpajakan tersebut terdiri atas penerimaan pajak sebesar Rp1.634,4 triliun serta penerimaan dari kepabeanan dan cukai sebesar Rp269,4 triliun. Sementara itu, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) tercatat terealisasi sebesar Rp444,9 triliun.

Di tengah berbagai tantangan global yang turut memberikan tekanan terhadap pendapatan negara, belanja negara tetap dijaga untuk menopang perekonomian nasional. Hingga 30 November 2025, realisasi belanja negara mencapai Rp2.911,8 triliun atau sekitar 82,5 persen dari outlook laporan semester.

Baca Juga : IHSG Tembus 8.602 pada Penutupan Perdagangan, Menkeu Purbaya: “To the Moon!”

Belanja pemerintah pusat tercatat sebesar Rp2.116,2 triliun, yang terdiri dari belanja Kementerian/Lembaga sebesar Rp1.110,7 triliun serta belanja non-Kementerian/Lembaga sebesar Rp1.005,5 triliun. Sementara itu, penyaluran Transfer ke Daerah juga berjalan sesuai rencana, dengan realisasi mencapai Rp795,6 triliun.

Penyaluran transfer tersebut dimanfaatkan untuk mendukung penyelenggaraan layanan publik di daerah, termasuk sektor pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan perlindungan sosial. Pemerintah berharap pengelolaan APBN yang pruden dan responsif dapat terus menjaga daya beli masyarakat serta memperkuat fondasi ekonomi nasional ke depan.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *