Awal 2026 Moncer, Menkeu Purbaya Yakin IHSG Berpeluang Tembus Level 10.000

  • Bagikan
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Kamis (9/10/2025). (Foto: Nusawarta.id)

Nusawarta.id, Jakarta – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus menunjukkan tren positif di awal tahun 2026. Menguat secara bertahap namun konsisten, IHSG kini semakin mendekati level psikologis 9.000 dan dinilai berpeluang menembus angka 10.000 dalam tahun ini.

Optimisme tersebut disampaikan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa usai Pembukaan Perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun 2026 yang digelar di Jakarta, Jumat (2/1/2026). Menurutnya, berbagai sentimen positif baik dari dalam maupun luar negeri akan menjadi penopang utama penguatan pasar saham nasional.

“Berbagai sentimen positif akan menopang Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat hingga ke level 10.000 pada tahun ini,” ujar Menkeu Purbaya.

Ia menilai kepercayaan pelaku pasar terhadap prospek perekonomian Indonesia terus menguat. Hal ini tercermin dari optimisme investor terhadap pertumbuhan ekonomi nasional yang dinilai berpotensi mencapai 6 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada 2026.

Baca Juga : Menkeu Purbaya Sampaikan Ucapan Hari Ibu, Pastikan Ekonomi Nasional Membaik

“Saya pikir, memang optimisme di pasar atau pelaku pasar itu cukup kuat. Bahwa kita akan membaik terus ke depan. Kalau saya lihat, fondasi ekonomi sudah membaik sekarang. Tahun ini akan lebih baik lagi karena kebijakan kita dengan BEI sangat sinkron,” tegas mantan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) tersebut.

Purbaya pun menegaskan, target IHSG di level 10.000 bukanlah angka yang sulit dicapai apabila stabilitas ekonomi dan sinergi kebijakan terus terjaga. “Tahun ini (IHSG) 10.000 itu bukan angka yang mustahil dicapai,” katanya.

Lebih lanjut, Purbaya menjelaskan bahwa tahun 2026 menjadi momentum penting karena untuk pertama kalinya Kementerian Keuangan berada sepenuhnya di bawah kepemimpinannya selama satu tahun penuh. Kondisi ini berbeda dengan tahun sebelumnya, di mana ia baru menjabat sebagai Menteri Keuangan sejak 8 September 2025.

Baca Juga  Yusril Soroti Ketimpangan dalam Penegakan Hukum

“Sekarang satu tahun penuh ini saya sudah bagian ekonominya bersama Gubernur BI dan yang lain-lain. Kalau kemarin kan saya masih separuh-separuh, bahkan cuma seperempat,” ujarnya.

Menurutnya, sinkronisasi kebijakan antara pemerintah, Bank Indonesia (BI), dan otoritas terkait lainnya diharapkan mampu mengakselerasi pertumbuhan ekonomi nasional sepanjang 2026. Pertumbuhan tersebut diyakini akan berdampak langsung terhadap peningkatan kinerja dan profitabilitas perusahaan-perusahaan tercatat di BEI.

“Harusnya dengan kebijakan yang lebih sinkron kita dengan bank sentral dan yang lain-lain, ekonomi kita bisa tumbuh lebih cepat. Itu akan melandasi pertumbuhan keuntungan perusahaan juga. Investor-investor yang jeli, jangan sampai ketinggalan,” tutur Purbaya.

Data perdagangan BEI menunjukkan penguatan IHSG masih berlanjut pada Jumat siang. Hingga pukul 11.50 WIB, IHSG tercatat naik 77,96 poin atau 0,90 persen ke level 8.724,90. Frekuensi perdagangan mencapai 1.808.057 kali transaksi dengan total volume saham sebanyak 25,83 miliar lembar dan nilai transaksi Rp11,86 triliun. Sebanyak 461 saham menguat, 219 saham melemah, dan 119 saham stagnan.

Tuah Purbaya dan Rekor IHSG

Penguatan IHSG yang konsisten juga tak lepas dari persepsi positif investor terhadap kepemimpinan baru di Kementerian Keuangan. Direktur Utama BEI Iman Rachman bahkan menyebut terpilihnya Purbaya sebagai Menkeu memiliki kontribusi signifikan terhadap lonjakan IHSG.

Iman mengungkapkan, sejak Purbaya menjabat, IHSG telah mencatat rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) sebanyak 21 kali. Jumlah tersebut jauh melampaui capaian pada periode sebelumnya.

“Ibu Sri Mulyani satu kalinya, Pak Purbaya 21 kali karena tembus 8.000 zaman beliau. Jadi kalau kita bicara 8.000 dan setiap dua bulan ini naik terus, sampai kemarin 8.600,” ujar Iman dalam Rapat Kerja di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (3/12/2025).

Baca Juga : Penerimaan Negara Anjlok, Purbaya Akui Bocornya Sistem Bea dan Cukai

Sepanjang 2025, IHSG bahkan tercatat menembus rekor tertinggi sebanyak 22 kali. Menariknya, 21 kali di antaranya terjadi setelah Purbaya resmi menjabat sebagai Menteri Keuangan.

Baca Juga  DPR Soroti Dugaan Pembohongan Publik di Industri Air Minum Kemasan Aqua

“Kita ternyata mencapai rekor high sepanjang 2025 itu 22 kali. Tapi yang menarik, 21 kalinya zaman menteri keuangan baru. Jadi bisa kita bayangkan dampak dari persepsi investor terhadap ekonomi kita ini,” jelasnya.

Selain itu, Iman juga menyoroti pergerakan arus dana asing yang mulai menunjukkan tren positif. Setelah sempat mengalami capital outflow di awal tahun, arus dana kini berbalik masuk seiring meningkatnya kepercayaan investor terhadap stabilitas dan prospek ekonomi nasional.

Sejalan dengan tren tersebut, IHSG kembali mencetak rekor intraday pada perdagangan Rabu (3/12/2025) dengan menyentuh level 8.669,18. Pada sesi pertama perdagangan hari itu, nilai transaksi tercatat mencapai Rp16,28 triliun, mencerminkan tingginya minat investor terhadap pasar saham Indonesia.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *