Ridwan Hisjam–Akbar Tandjung, Poros Pengalaman yang Masih Dibutuhkan Golkar

  • Bagikan
Figur senior dari Partai Golkar, Ridwan Hisjam dan Akbar Tandjung masih menempati posisi penting sebagai sumber pandangan kemajuan partai Golkar. (Foto: Nusawarta.id)

Nusawarta.id, Jakarta – Regenerasi di tubuh Partai Golkar terus berjalan, namun arah dan pijakan partai tak lepas dari peran para tokoh yang telah menempa diri dalam lintasan sejarah panjang politik nasional.

Di antara figur senior tersebut, Ridwan Hisjam dan Akbar Tandjung masih menempati posisi penting sebagai sumber pandangan, nilai, dan orientasi politik Golkar.

Ridwan Hisjam merupakan kader yang ditempa melalui proses panjang di internal partai. Lima periode menjadi anggota parlemen menjadikannya saksi sekaligus pelaku berbagai fase politik nasional, mulai dari masa Orde Baru, Reformasi, hingga era politik modern yang ditandai oleh kehadiran generasi milenial.

Meski tak lagi berada di Senayan, kiprah Ridwan Hisjam tetap berlanjut dalam ruang-ruang strategis partai. Ia aktif menjaga komunikasi antar-kader, memberi pandangan politik, serta menjadi rujukan bagi generasi muda Golkar dalam memahami tradisi dan etika berpolitik yang dibangun partai selama puluhan tahun.

Baca Juga : Anggota DPR RI: Golkar Komitmen ke Partai Egaliter

Akbar Tandjung, di sisi lain, merupakan figur yang menempati posisi sentral dalam sejarah Golkar. Kepemimpinannya sebagai Ketua Umum pada masa transisi politik nasional menjadi salah satu fase penting yang menentukan keberlangsungan Golkar di tengah perubahan sistem politik.

Hubungan Ridwan Hisjam dan Akbar Tandjung terjalin melalui kesamaan visi dan latar sejarah politik. Ridwan dikenal sebagai salah satu kader yang banyak menyerap nilai kepemimpinan Akbar Tandjung, terutama soal konsolidasi internal, loyalitas kader, serta pentingnya menjaga arah besar partai.

Kesamaan pandangan tersebut kembali mengemuka dalam pertemuan keduanya di Akbar Tandjung Institute beberapa waktu lalu. Diskusi yang berlangsung menyoroti tantangan Golkar ke depan, terutama bagaimana menjaga soliditas partai sekaligus beradaptasi dengan dinamika politik yang terus berubah.

Baca Juga  Anggota DPR RI, Rycko Menoza Apresiasi Gagasan Presiden Soal Perubahan Sistem Pilkada

“Golkar harus mampu memadukan pengalaman masa lalu dengan kebutuhan zaman. Tanpa itu, partai akan kehilangan arah,” ujar Ridwan Hisjam.

Pertemuan itu menegaskan pentingnya kesinambungan kepemimpinan dan regenerasi yang terstruktur agar Golkar tetap menjadi kekuatan politik yang relevan di tingkat nasional.

Baca Juga : Rapimnas I 2025, Golkar Usulkan Pilkada Dipilih DPRD

Di tengah perubahan lanskap politik, Ridwan Hisjam dan Akbar Tandjung tampil sebagai poros pengalaman. Bukan sekadar simbol masa lalu, tetapi rujukan politik yang masih memiliki peran dalam membentuk arah Golkar ke depan.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *