Guntur Romli Tegaskan Tokoh PDIP Tak Bertemu Presiden Prabowo

  • Bagikan
Politikus PDIP, Guntur Romli. (Foto: Dok. Pribadi/Nusawarta.id)

Nusawarta.id, Jakarta – Politikus PDI Perjuangan, Guntur Romli, membantah kabar adanya pertemuan antara tokoh-tokoh partainya dengan Presiden Prabowo Subianto pada Jumat malam (31/1/2026). Menurut Guntur, PDI Perjuangan tidak berperan sebagai partai oposisi, melainkan sebagai penyeimbang dalam dinamika politik nasional.

“PDI Perjuangan bukan oposisi, kami penyeimbang. Dari PDI Perjuangan tidak ada yang bertemu dengan Presiden,” tegas Guntur saat ditemui wartawan di Jakarta, Sabtu (31/1). Pernyataan ini sekaligus menepis informasi sebelumnya yang menyebutkan adanya dialog antara Presiden dan sejumlah tokoh oposisi.

Guntur menekankan, keprihatinan publik seharusnya dijawab dengan aksi nyata pemerintah, bukan sekadar pertemuan atau retorika belaka.

“Lagi pula, keprihatinan publik harusnya dijawab dengan tindakan nyata pemerintah sebagai solusi, jangan terlalu banyak pertemuan apalagi ‘omon-omon’,” katanya.

Pernyataan ini menunjukkan bahwa partainya menekankan pendekatan pragmatis dalam menyikapi masalah-masalah yang dihadapi masyarakat.

Baca Juga : PDIP Dorong E-Voting dalam Pilkada Langsung, Klaim Pangkas Biaya dan Tekan Politik Uang

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto memang sempat menggelar pertemuan dengan beberapa tokoh yang dikategorikan sebagai oposisi pemerintah pada Jumat malam. Pertemuan itu, menurut Sjafrie, membahas kepentingan nasional, termasuk pengelolaan sumber daya negara dan perbaikan tata kelola keuangan negara.

“Tadi malam Bapak Presiden dan beberapa tokoh-tokoh nasional yang tanda kutip mengatakan oposisi,” ujar Sjafrie saat memberikan materi kepada anggota Persatuan Wartawan Indonesia dalam retret di Pusat Kompetensi Bela Negara, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertahanan, Cibodas, Kabupaten Bogor, Sabtu (31/1).

Sjafrie menambahkan, pertemuan tersebut membahas sejumlah tantangan yang dihadapi negara, mulai dari kepatuhan swasta terhadap regulasi usaha hingga potensi kebocoran anggaran negara. Menurutnya, langkah koordinasi lintas pihak sangat penting agar pengelolaan sumber daya nasional lebih optimal dan transparan.

Baca Juga  Sesuai Arahan Prabowo, Aturan Pembatasan Media Sosial untuk Anak-Anak Segera Disahkan

Meski demikian, pernyataan Guntur Romli menegaskan posisi PDIP sebagai partai penyeimbang, bukan oposisi, yang menekankan peran aktif pemerintah dalam menghadirkan solusi konkret bagi masyarakat.

Baca Juga : Kader Muda PDIP Nilai Wacana Pilkada Lewat DPRD Seperti Senam Poco-Poco

Pernyataan ini muncul di tengah dinamika politik yang menyoroti peran partai-partai besar dalam stabilitas pemerintahan dan pengelolaan kepentingan publik.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *