Nusawarta.id, Magelang – Presiden RI Prabowo Subianto menyatakan keinginannya untuk berbicara secara terbuka dan apa adanya di hadapan para Ketua DPRD dari seluruh Indonesia dalam kegiatan retret yang digelar di Akademi Militer Magelang, Sabtu (18/4/2026).
Dalam arahannya, Prabowo menegaskan bahwa dirinya ingin menyampaikan pandangan secara jujur sebagai sesama anak bangsa, tanpa dibatasi sekat jabatan maupun latar belakang. Ia mengakui bahwa keterusterangan yang akan disampaikannya berpotensi menimbulkan berbagai reaksi dari para peserta.
“Sebagai anak bangsa, hari ini saya ingin bicara dari hati ke hati. Saya ingin bicara apa adanya, mungkin kalau saya bicara nanti mungkin ada yang kurang berkenan, mungkin ada yang tersinggung, ada yang sedih,” ujar Prabowo.
Baca Juga : Target 1.369 Kampung Nelayan Rampung 2029, Pemerintah Dorong “Revolusi Ekonomi” Pesisir
Presiden mengungkapkan, sebelumnya ia sempat disarankan untuk tidak menghadiri langsung kegiatan tersebut dan cukup diwakilkan. Namun, ia memilih hadir secara langsung karena menilai forum retret Ketua DPRD se-Indonesia memiliki arti penting dalam memperkuat komunikasi dan kesamaan pandangan antar pemangku kepentingan daerah.
Di hadapan para peserta, Prabowo mengingatkan bahwa para Ketua DPRD berasal dari latar belakang yang beragam, mulai dari daerah, suku, pendidikan, hingga afiliasi politik. Meski demikian, ia menekankan pentingnya melihat kesamaan sebagai patriot bangsa yang memiliki kecintaan terhadap tanah air.
Menurutnya, keterusterangan dalam menyampaikan pandangan menjadi hal yang diperlukan apabila seluruh pihak memiliki tujuan yang sama, yakni mengabdi kepada bangsa dan negara. Ia pun berasumsi bahwa semangat tersebut dimiliki oleh seluruh peserta yang hadir dalam forum tersebut.
Sebelum melanjutkan arahannya, Prabowo meminta agar sesi tersebut berlangsung secara tertutup. Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada wartawan yang telah meliput kegiatan tersebut.
“Maaf ya wartawan, karena ini ada masalah di dunia sekarang ini,” kata Prabowo.
Retret Ketua DPRD se-Indonesia ini menjadi forum strategis dalam memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah, sekaligus menyamakan persepsi dalam menghadapi berbagai tantangan nasional di tengah dinamika global yang terus berkembang.












