Nusawarta.id, Cilegon — Presiden Prabowo Subianto memberikan apresiasi tinggi kepada Presiden ke-7 Joko Widodo atas perannya dalam memulai proyek pembangunan pabrik New Ethylene Project milik PT Lotte Chemical Indonesia (LCI) di Cilegon, Banten. Hal itu disampaikan Prabowo dalam sambutannya saat meresmikan beroperasinya pabrik tersebut, Kamis (6/11).
Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa proyek strategis nasional bernilai investasi sekitar 4 miliar dolar AS itu merupakan hasil kerja keras dan diplomasi yang dimulai pada masa pemerintahan Jokowi. Ia bahkan menyebut Jokowi sebagai “Kepala Negara yang paling berjasa” dalam meletakkan fondasi proyek besar tersebut.
“Saya kemarin juga mengundang atau saya minta diundang Presiden Joko Widodo, Presiden ke-7. Karena bagaimanapun ini salah satu prestasi beliau, ini dimulai di zaman beliau, hasil kesepakatan dan lobi beliau dengan pimpinan Korea. Jadi sepantasnya beliau hadir ke sini,” ujar Presiden Prabowo.
Meski telah mengundang langsung melalui sambungan telepon, Prabowo menyampaikan bahwa Jokowi tidak dapat hadir dalam acara tersebut karena adanya agenda lain.
“Beliau menelepon saya, menyampaikan permohonan maaf karena belum bisa hadir. Dan tentu kita semua maklumi,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Presiden Prabowo juga mengingatkan pentingnya menghargai jasa para pemimpin bangsa yang telah berkontribusi dalam pembangunan nasional.
“Marilah kita sebagai bangsa yang besar, pandai-pandai menghormati jasa-jasa para tokoh dan pemimpin yang telah bekerja keras untuk kemajuan Indonesia,” katanya di hadapan para tamu undangan dan pekerja pabrik.
Pabrik New Ethylene Project PT Lotte Chemical Indonesia berdiri di atas lahan seluas 107,8 hektare atau sekitar 1,08 juta meter persegi di Kawasan Industri Cilegon. Fasilitas ini menjadi salah satu proyek petrokimia terbesar di Asia Tenggara dengan kapasitas produksi mencapai 1.000 kiloton per tahun (kTA) ethylene, 520 kTA propylene, 350 kTA polypropylene, dan 140 kTA butadiene. Selain itu, pabrik juga akan memproduksi 400 kTA BTX (benzene, toluene, xylene).
Proyek tersebut diperkirakan menyerap puluhan ribu tenaga kerja, baik pada tahap konstruksi maupun operasional, sekaligus memperkuat kemandirian industri petrokimia nasional yang selama ini masih bergantung pada impor bahan baku.
Turut hadir dalam acara peresmian itu, antara lain Menteri Investasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara Rosan Roeslani, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Menteri Luar Negeri Sugiono, serta Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Angga Raka.
Dengan beroperasinya pabrik tersebut, pemerintah berharap Indonesia dapat memperkuat posisi strategisnya dalam rantai pasok industri petrokimia global sekaligus mendorong hilirisasi industri untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi nasional.












