Pupuk Subsidi Lancar, Zulhas: Produksi Pertanian Aceh Meningkat

  • Bagikan
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan atau yang akrab disapa Zulhas, saat menghadiri kegiatan “Rembuk Tani Pupuk Indonesia” di Kabupaten Aceh Besar, Sabtu (13/6/2026).(Foto: dok-pupuk indonesia/Nusawarta.id)

Nusawarta.id, Aceh Besar – Kelancaran distribusi pupuk bersubsidi di Provinsi Aceh memberikan angin segar bagi sektor pertanian. Ketersediaan pupuk yang memadai dinilai mampu mendorong peningkatan produktivitas pertanian sekaligus meningkatkan optimisme petani dalam menghadapi musim tanam.

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), mengatakan para petani merasakan langsung manfaat dari lancarnya penyaluran pupuk bersubsidi. Kondisi tersebut berdampak pada meningkatnya hasil produksi pertanian di daerah.

“Alhamdulillah petaninya senang, pupuk lancar, produksi kita naik,” kata Zulhas saat menghadiri kegiatan Rembuk Tani Pupuk Indonesia di Kabupaten Aceh Besar, Senin (15/6/2026).

Menurut Zulhas, capaian positif sektor pertanian di Aceh tidak terlepas dari langkah pemerintah dalam melakukan rehabilitasi dan pemulihan lahan pertanian yang terdampak banjir dan longsor di sejumlah wilayah Pulau Sumatera, termasuk Aceh. Setelah lahan kembali produktif, ketersediaan pupuk menjadi faktor penting untuk menjaga dan meningkatkan hasil panen.

Baca Juga : DPRD DKI Ingatkan Program Padat Karya Harus Tepat Sasaran

Ia menegaskan Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arahan khusus agar distribusi pupuk bersubsidi di lapangan berjalan lancar dan tidak mengalami keterlambatan.

Zulhas juga mengajak para petani memanfaatkan berbagai kemudahan yang telah diberikan pemerintah melalui perbaikan tata kelola pupuk bersubsidi. Berbagai penyederhanaan kebijakan disebut telah membuat akses petani terhadap pupuk bersubsidi menjadi lebih cepat dan mudah.

“Pergunakan momentum ini sebaik-baiknya untuk membuat petani kita lebih sejahtera,” ujarnya.

Selain memperlancar distribusi, pemerintah juga menurunkan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk bersubsidi hingga 20 persen. Menurut Zulhas, kebijakan tersebut dimungkinkan berkat meningkatnya efisiensi kinerja PT Pupuk Indonesia yang tetap mampu membangun pabrik baru tanpa menambah anggaran subsidi.

“Penurunan HET ini karena ada perubahan skema subsidi dari cost plus menjadi mark to market. Ini berkat dukungan dari Pupuk Indonesia,” jelasnya.

Baca Juga  Komnas HAM Minta Pemerintah Pastikan Tak Ada Lagi PHK Besar-besaran, Hak Pekerja harus Dilindungi

Sementara itu, Direktur Manajemen Risiko Pupuk Indonesia, Ninis K. Adriani, menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah yang memungkinkan penyaluran pupuk bersubsidi dilakukan lebih efisien. Menurutnya, berbagai kemudahan yang diberikan kepada petani turut mendorong optimalisasi penyerapan pupuk bersubsidi.

Data hingga 11 Juni 2026 menunjukkan Pupuk Indonesia telah menyalurkan 4,37 juta ton pupuk bersubsidi secara nasional atau setara 44,4 persen dari total alokasi tahun 2026. Penyaluran tersebut terdiri atas 1,98 juta ton Urea, 2,21 juta ton NPK, 35.637 ton NPK Kakao, 3.757 ton SP-36, 5.744 ton ZA, dan 130.892 ton pupuk organik.

Baca Juga : Empat Aksi Mahasiswa Digelar di Jakarta Hari Ini

Khusus di Kabupaten Aceh Besar, realisasi penyaluran pupuk bersubsidi mencapai 9.361 ton atau sekitar 42 persen dari total alokasi 22.472 ton. Jumlah tersebut terdiri dari 4.518 ton Urea, 4.772 ton NPK, dan 71 ton pupuk organik.

Untuk menjaga kelancaran distribusi, Pupuk Indonesia juga menyiapkan stok pupuk bersubsidi nasional sebanyak 831.297 ton per 12 Juni 2026. Sementara di Aceh Besar, stok yang tersedia tercatat mencapai 776 ton, terdiri atas 157 ton Urea, 609 ton NPK, dan 10 ton pupuk organik.

Dengan distribusi yang semakin lancar serta harga pupuk yang lebih terjangkau, pemerintah berharap produktivitas pertanian terus meningkat sehingga mampu mendukung ketahanan pangan nasional dan meningkatkan kesejahteraan petani.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *