12 Tower PLN Rusak, Akibat Cuaca Ekstrem atau Minim Antisipasi?

  • Bagikan
Tower PLN roboh
Ilustrasi Tower PLN Roboh

Nusawarta.id, Jakarta Gangguan kelistrikan yang berdampak pada pemadaman hingga mengganggu jalannya event olahraga kembali terjadi di wilayah Sumatera Utara pada Kamis (4/6/2026) malam sekitar pukul 20.03 WIB.

Berbeda dari sebelum-sebelumnya, gangguan kelistrikan yang menyebabkan rusaknya 12 tower transmisi hingga bengkok dan roboh pada jalur SUTET 275 kV Galang–Simangkuk dan SUTT 150 kV Tebing Tinggi–Sei Rotan, diklaim diterjang hujan lebat serta angin kencang akibat cuaca ekstrem di wilayah itu.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, tak lama setelah kejadian tersebut, pihak PT. PLN (persero) segera mengambil langkah taktis demi meminimalisir durasi padam di masyarakat.

“Melalui manuver sistem dan upaya pemulihan yang dilakukan secara intensif, pasokan listrik berhasil kami pulihkan secara bertahap pada dini hari tadi, tepatnya pukul 02.38 WIB,” ujar Manager Komunikasi dan TJSL PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara, Darma Saputra dalam keterangan resminya pada Jum’at (5/6/2026).

Baca juga: Kinerja Dewan Komisaris PLN Disorot usai Blackout Berulang, Akibat Tidak Kompeten?

Tata kelola yang merusak citra publik

Kendati demikian, kinerja PLN kembali mendapat sorotan dari Koordinator Daulat Energi terutama mengenai tingkat ketahanan, pemeliharaan, dan pengawasan infrastruktur kelistrikan nasional, termasuk manajemen di internal PLN mulai dari dewan direksi hingga komisaris.

Melalui rilis yang diterima media nusawarta.id, Direktur Eksekutif Koordinator Daulat Energi, Ridwan Hanafi menilai cuaca ekstrem tidak dapat lagi dianggap sebagai faktor eksternal yang sepenuhnya di luar perencanaan.

“Dalam praktik tata kelola modern, perusahaan utilitas listrik harus mampu mengantisipasi peningkatan frekuensi kejadian cuaca ekstrem melalui penguatan desain infrastruktur, sistem monitoring real-time, serta program penggantian aset yang telah memasuki usia teknis tertentu,” kata Ridwan Hanafi, Jum’at (5/6/2026).

Baca Juga  Kinerja Dewan Komisaris PLN Disorot usai Blackout Berulang, Akibat Tidak Kompeten?

Pihaknya juga menyayangkan dalam kurun waktu setahun terakhir sejak 2025 hingga 2026 telah terjadi sejumlah gangguan kelistrikan besar di berbagai wilayah Indonesia.

Dalam kasus di Sumatera Utara, gangguan kelistrikan bahkan berpotensi mencoreng citra Indonesia di mata internasional karena memaksa laga babak penyisihan Piala AFF U-19 yang mempertemukan Timnas Indonesia kontra Timor Leste di Stadion Utama Sumatera Utara (SUSU), harus dihentikan sesaat sebelum akhirnya dilanjutkan kembali dengan tenaga listrik cadangan.

“Sangat memalukan disaat ada ivent olah raga yang sedang berlangsung di kota medan, tiba-tiba listrik seluruh stadion mengalami pemadaman” sindir Ridwan.

Baca juga: PLN dan PLN Indonesia Power Tak Hadiri Sidang Gugatan Rp 3,7 Triliun

Desakan evaluasi total sistem di PLN

Sebagai infrastruktur publik strategis, PLN memerlukan evaluasi total terhadap tingkat keandalan sistem transmisi dan distribusi secara menyeluruh, bukan hanya penanganan insidental setelah gangguan terjadi.

Koordinator Daulat Energi mendesak pembentukan tim audit independen lintas lembaga terkait diperlukan guna memastikan secara transparan bahwa aset-aset vital kelistrikan nasional berada dalam kondisi aman, andal, dan siap menghadapi tantangan cuaca ekstrim di masa mendatang.

“Publik tidak hanya membutuhkan listrik yang cepat pulih setelah padam, tetapi juga membutuhkan jaminan bahwa gangguan serupa tidak terus berulang akibat lemahnya pengelolaan dan pemeliharaan infrastruktur,” tutup Ridwan.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *