DPRD DKI Ingatkan Program Padat Karya Harus Tepat Sasaran

  • Bagikan
Ketua DPRD DKI Jakarta sekaligus politikus PKS Suhud Alynudin. (Foto: Dok PKS/Nusawarta.id)

Nusawarta.id, Jakarta — Rencana Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menggulirkan Program Padat Karya dengan target membuka 2.800 lapangan kerja mendapat perhatian dari DPRD DKI Jakarta. Meski mendukung upaya tersebut, DPRD mengingatkan agar pelaksanaan program dirancang secara matang sehingga benar-benar menyasar masyarakat yang membutuhkan.

Ketua DPRD DKI Jakarta, Suhud Alynudin, menegaskan bahwa program penciptaan lapangan kerja tidak boleh sekadar menjadi formalitas penyerapan tenaga kerja, melainkan harus memberikan manfaat nyata bagi kelompok masyarakat yang paling terdampak oleh tekanan ekonomi.

Menurut Suhud, Program Padat Karya memiliki potensi besar untuk membantu menekan angka pengangguran di Ibu Kota. Namun, tanpa perencanaan yang rinci dan mekanisme penyaluran yang tepat, program tersebut dikhawatirkan tidak memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan warga.

Baca Juga : Ratusan Warga Surabaya Antusias Daftar Program Digitalisasi Perlinsos

“Program seperti ini bagus, tapi yang paling penting adalah tepat sasaran. Jangan sampai yang mendapatkan manfaat justru bukan kelompok yang benar-benar membutuhkan pekerjaan,” kata Suhud, Minggu (14/6/2026).

Selain menyoroti aspek penyaluran, Suhud juga mendorong perluasan sektor yang terlibat dalam Program Padat Karya. Menurut dia, program tersebut sebaiknya tidak hanya berfokus pada pekerjaan fisik atau kegiatan penataan kota, tetapi juga mencakup sektor lain yang memiliki daya serap tenaga kerja tinggi, seperti industri kreatif dan sektor jasa.

DPRD juga meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengintegrasikan Program Padat Karya dengan berbagai program pelatihan dan magang yang tengah digalakkan pemerintah pusat. Langkah tersebut dinilai dapat meningkatkan kompetensi tenaga kerja sekaligus mempercepat penyerapan angkatan kerja baru.

Di sisi lain, rencana pembukaan 2.800 lapangan kerja melalui Program Padat Karya dinilai sebagai langkah awal yang positif dalam merespons tantangan ekonomi yang dihadapi masyarakat perkotaan.

Baca Juga : Pengguna Soroti Rencana Penyesuaian Tarif Transjabodetabek, Minta Pemerintah Pertimbangkan Dampaknya

Meski demikian, DPRD menegaskan bahwa keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah lapangan kerja yang tersedia, tetapi juga dari kualitas penyerapan tenaga kerja serta dampak jangka panjang yang dihasilkan terhadap kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga  Kemensos Libatkan 30 Ribu Pendamping PKH Lakukan Ground Check 11 Juta Peserta PBI-JK Nonaktif

Dengan berbagai catatan tersebut, implementasi Program Padat Karya kini menjadi perhatian publik. Masyarakat menantikan sejauh mana program tersebut mampu menjadi solusi konkret dalam mengurangi pengangguran dan memperkuat ketahanan ekonomi warga Jakarta.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *