DKI Perkuat Distribusi dan Kualitas Daging Sapi Jelang Iduladha, Siapkan 900 Sapi Impor

  • Bagikan
Salah satu tempat penjualan hewan kurban di kawasan Pulomas, Jakarta Timur. (Foto: Nusawarta.id)

Nusawarta.id, Jakarta – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan strategi penguatan distribusi dan pengawasan kualitas daging sapi menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi secara merata tanpa memicu gejolak harga di pasaran.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, Hasudungan A. Sidabalok, mengatakan antisipasi lonjakan permintaan dilakukan dengan memperkuat rantai pasok melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) pangan.

Salah satu upaya yang ditempuh yakni menyiapkan sekitar 900 ekor sapi impor dari Australia guna menjaga ketersediaan stok daging sapi di Ibu Kota selama momentum Iduladha.

“Menghadapi potensi peningkatan permintaan daging sapi menjelang Iduladha, Pemprov DKI melalui BUMD Dharma Jaya telah merencanakan pemenuhan sapi dari Australia sebanyak kurang lebih 900 ekor untuk menjaga stok tetap terjaga,” kata Hasudungan di Jakarta, Minggu (3/5/2026).

Baca Juga : DPRD DKI Soroti Amburadulnya Pengawasan Infrastruktur, Trotoar dan Jalan Jadi Sasaran Kritik

Menurutnya, perhatian pemerintah tidak hanya terfokus pada ketersediaan stok, tetapi juga pada pola distribusi agar pasokan dapat menjangkau seluruh wilayah secara merata. Distribusi yang terkendali dinilai penting untuk menghindari penumpukan pasokan di titik tertentu yang berpotensi memicu ketimpangan harga.

Selain menjaga pasokan, Pemprov DKI juga memperketat pengawasan kualitas hewan kurban. Seluruh sapi yang masuk dipastikan telah melalui pemeriksaan kesehatan dan memenuhi standar Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH).

Direktur Utama Perumda Dharma Jaya, Raditya Endra Budiman, menegaskan pengawasan kualitas dilakukan sejak tahap pengadaan hingga distribusi kepada masyarakat.

“Kami memastikan seluruh sapi yang disiapkan sudah melalui pemeriksaan kesehatan dan memenuhi standar ASUH. Ini penting agar masyarakat merasa tenang dalam berkurban,” ujar Raditya.

Baca Juga  Pemprov DKI Resmikan Kampung Tanah Harapan, Tanda Awal Penataan Kawasan Terpadu

Untuk mendukung distribusi dan proses pemotongan hewan kurban, Pemprov DKI mengoptimalkan operasional Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Cakung. Fasilitas tersebut memiliki kapasitas pemotongan hingga 250 ekor sapi per hari.

Baca Juga : Menkomdigi: Kecepatan Informasi Tak Boleh Korbankan Kebenaran

Operasional RPH juga diperkuat dengan sekitar 100 tenaga profesional, termasuk juru sembelih halal bersertifikat guna memastikan proses pemotongan sesuai standar syariat dan kesehatan.

Di sisi lain, pengawasan harga dan distribusi di lapangan diperketat melalui Satgas Saber Pangan. Pengawasan dilakukan untuk mencegah hambatan distribusi maupun praktik yang berpotensi memicu kenaikan harga daging sapi di pasar.

Dengan strategi penguatan distribusi, pengamanan stok, serta jaminan kualitas hewan kurban, Pemprov DKI Jakarta menargetkan pelaksanaan Iduladha 1447 Hijriah berjalan lancar tanpa tekanan signifikan terhadap pasokan maupun harga daging sapi di pasaran.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *