Nusawarta.id, Jakarta — Pemerintah terus memperkuat langkah untuk menjadikan Indonesia sebagai salah satu kekuatan utama dalam ekonomi halal dunia. Menteri Perdagangan RI, Budi Santoso, membeberkan tiga program strategis yang disiapkan guna meningkatkan daya saing produk lokal sekaligus memperluas penetrasi pasar halal global.
Pernyataan tersebut disampaikan Budi dalam video sambutan pada Festival Syawal 1447 H yang diselenggarakan LPPOM MUI di Jakarta pekan ini. Festival yang mengusung tema “Toko Bahan Baku Halal, Langkah Awal Menuju UMKM Tangguh” itu menjadi wadah konsolidasi pelaku industri halal nasional.
Dalam sambutannya, Budi menegaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan tiga pilar utama kebijakan perdagangan untuk memperkuat ekosistem industri halal nasional.
“Pertama, pengamanan pasar dalam negeri guna memastikan produk lokal tetap menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” ujar Budi.
Program kedua, lanjutnya, adalah perluasan pasar ekspor guna membuka akses yang lebih luas bagi produk halal Indonesia di pasar internasional. Sementara program ketiga ialah skema “dari lokal untuk global” yang dirancang untuk mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) naik kelas hingga mampu bersaing di pasar dunia.
Menurut Budi, ketiga program tersebut merupakan bentuk komitmen nyata Kementerian Perdagangan dalam memperkuat industri halal, baik di tingkat domestik maupun global. Strategi yang disiapkan tidak hanya berorientasi pada peningkatan volume perdagangan, tetapi juga penguatan kualitas produk dan daya saing industri nasional.
Baca Juga : DKI Perkuat Distribusi dan Kualitas Daging Sapi Jelang Iduladha, Siapkan 900 Sapi Impor
Ia menilai Festival Syawal menjadi momentum penting untuk memperkuat posisi Indonesia dalam peta ekonomi Islam dunia.
“Festival Syawal merupakan langkah strategis untuk mendorong pertumbuhan perdagangan dan industri halal di Indonesia sekaligus memperkuat posisi Indonesia di kancah ekonomi Islam global,” katanya.
Posisi Indonesia dalam ekonomi syariah global juga terus menunjukkan tren positif. Berdasarkan laporan State of Global Islamic Economy 2025, Indonesia kini menempati peringkat ketiga dunia dalam ekonomi syariah. Capaian tersebut ditopang oleh pertumbuhan signifikan ekspor produk halal nasional.
Budi mengungkapkan, dalam lima tahun terakhir kinerja ekspor halal Indonesia terus meningkat. Bahkan pada 2025, nilai ekspor halal nasional mencapai rekor tertinggi sebesar 64,42 miliar dolar AS. Nilai tersebut dinilai menjadi indikator kuat bahwa produk halal Indonesia semakin diterima pasar internasional.
Untuk mempercepat ekspansi pasar global, Kementerian Perdagangan juga menghadirkan sejumlah fasilitas bagi pelaku usaha. Di antaranya melalui klinik desain untuk memperkuat branding produk halal, kemitraan dengan ritel modern, hingga dukungan standardisasi dan pengendalian mutu produk.
Selain itu, pelaku usaha juga difasilitasi mengikuti pitching dan business matching secara daring dengan mitra dagang dari 33 negara. Pemerintah juga mendorong partisipasi aktif pelaku usaha dalam berbagai ajang perdagangan internasional.
Baca Juga : Menkomdigi: Kecepatan Informasi Tak Boleh Korbankan Kebenaran
Salah satu agenda besar yang disiapkan ialah Trade Expo Indonesia ke-41 yang akan digelar pada 14–18 Oktober 2026 di ICE BSD City. Pameran tersebut diharapkan menjadi pintu strategis untuk memperluas jejaring pasar ekspor produk halal Indonesia.
Menutup sambutannya, Budi optimistis Festival Syawal yang diinisiasi LPPOM dapat menjadi fondasi penting dalam membangun kejayaan industri halal nasional. Ia menilai momentum tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan bagian dari gerakan besar menuju kemandirian sekaligus dominasi Indonesia dalam ekonomi halal global.












