Pemerintah Mulai Gulirkan SPHP Jagung Pakan 2026

  • Bagikan
Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, di Jakarta, Selasa (14/4/2026). (Dok. Bapanas/Nusawarta.id)

Nusawarta.id, Jakarta – Pemerintah mulai menggulirkan Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) jagung pakan tahun 2026 sejak 9 Mei 2026. Dalam tiga hari pelaksanaan, realisasi penyaluran tercatat mencapai 786,1 ton untuk mendukung stabilisasi harga jagung di tingkat peternak.

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), I Gusti Ketut Astawa mengatakan program SPHP jagung akan terus berjalan sebagai langkah intervensi pemerintah menjaga stabilitas harga pangan nasional.

“Program SPHP jagung ini akan bergulir terus. Artinya SPHP ini menjadi trigger sesuai arahan Bapak Presiden yang ditindaklanjuti Bapak Menteri Pertanian sekaligus Kepala Bapanas,” kata Ketut dikutip Kamis (14/5/2026).

Ketut menegaskan pemerintah meminta asosiasi dan koperasi peternak penerima program menyalurkan jagung sesuai data penerima yang telah ditetapkan pemerintah. Hal itu penting untuk menjaga akuntabilitas distribusi program subsidi pangan tersebut.

“Ada pesan dari Bapak Kepala Bapanas, yang paling penting adalah targetnya benar-benar tercapai. Kalau anggotanya 9, berikan ke 9 anggota itu. Jangan ke mana-mana, karena ini menyangkut akuntabilitas pendistribusian SPHP jagung,” ujarnya.

Daftar penerima SPHP jagung pakan 2026 telah ditetapkan melalui Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor 3540/KPTS/HK.150/F/03/2026 tertanggal 31 Maret 2026. Verifikasi data dilakukan bersama Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian.

Baca Juga : Kapolri Naikkan Pangkat Asep Edi Suheri Jadi Komjen, Polda Metro Jaya Kini Dipimpin Jenderal Bintang Tiga

Dalam program ini, harga jagung pakan ditetapkan sebesar Rp5.000 per kilogram untuk pengambilan di gudang Bulog dan maksimal Rp5.500 per kilogram di tingkat peternak. Penyaluran dilakukan melalui koperasi maupun asosiasi kepada anggota yang telah terdaftar dalam SK Menteri Pertanian.

Hingga 12 Mei 2026, Perum Bulog telah menyalurkan 786,1 ton jagung pakan. Penyaluran tertinggi tercatat di Jawa Timur sebanyak 395,5 ton, disusul Jawa Tengah 300,8 ton, Daerah Istimewa Yogyakarta 70 ton, Jawa Barat 10 ton, serta Nusa Tenggara Barat 9,8 ton.

Baca Juga  Wamen Viva Yoga Optimis Penuntasan Sertipikat Tanah Transmigran Bisa Tuntas di Era Pemerintahan Prabowo

Secara nasional, target penyaluran SPHP jagung pakan ditetapkan mencapai 213,1 ribu ton. Sementara stok Cadangan Jagung Pemerintah (CJP) per 13 Mei mencapai 234 ribu ton.

Di sisi lain, Bulog juga terus melakukan penyerapan jagung produksi dalam negeri. Sepanjang awal 2026 hingga 11 Mei, serapan jagung domestik tercatat mencapai 187,6 ribu ton.

Program SPHP jagung pakan digulirkan pemerintah untuk meredam lonjakan harga jagung di tingkat peternak yang telah melampaui Harga Acuan Penjualan (HAP) sebesar Rp5.800 per kilogram. Kenaikan harga jagung turut memengaruhi biaya produksi peternak unggas dan harga telur ayam di pasaran.

Pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp678 miliar untuk mendukung program SPHP jagung pakan tahun 2026.

Ketut berharap program tersebut mampu membantu peternak sekaligus menjaga stabilitas harga telur di masyarakat.

“Sekaligus harapan pemerintah, harga telur dapat relatif lebih stabil. Artinya harga jangan terlalu tinggi, tetapi peternak juga mendapatkan keuntungan yang wajar,” katanya.

Data Bapanas menunjukkan harga jagung di tingkat peternak per 12 Mei masih berada di atas HAP, yakni sebesar Rp6.848 per kilogram atau 18,07 persen lebih tinggi dari acuan pemerintah. Angka tersebut juga meningkat 1,09 persen dibanding bulan sebelumnya yang tercatat Rp6.774 per kilogram.

Sementara itu, Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman menyatakan Indonesia telah mencapai swasembada jagung pakan. Menurutnya, impor jagung pakan telah nihil sejak 2025.

Baca Juga : Zulhas Blusukan ke KNMP Banyuwangi, Pastikan Program Penguatan Ekonomi Nelayan Berjalan

“Indonesia sudah swasembada jagung untuk pakan. Impor jagung pakan sudah nol persen. Ini berita baik bagi kita semua. Ini hasil kolaborasi, sinergi, dan kerja sama. Sesuai arahan Bapak Presiden, capaian ini akan dilanjutkan,” ujarnya.

Baca Juga  Guntur Romli Tegaskan Tokoh PDIP Tak Bertemu Presiden Prabowo

Untuk memperkuat swasembada jagung berkelanjutan, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto juga menerbitkan Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2026 yang mengatur pengadaan jagung domestik sepanjang 2026.

Melalui kebijakan tersebut, pemerintah menargetkan pengadaan jagung dalam negeri sebesar 1 juta ton dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Rp5.500 per kilogram untuk jagung panen berkadar air 18–20 persen.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *