Jakpreneur Dorong Transformasi Digital UMKM Lewat Gim Simulasi “Gang Dagang”

  • Bagikan
Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekda DKI Jakarta, Suharini Eliawati (kanan bersama Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) Provinsi DKI Jakarta Elisabeth Ratu Rante Allo di Jakarta, Senin (18/5/2026). (Foto: Pemprov DKI Jakarta/Nusawarta.id)

Nusawarta.id, Jakarta – Dinas PPKUKM DKI Jakarta melalui Jakpreneur mempercepat transformasi digital pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui platform edukasi berbasis gim bertajuk “Gang Dagang”.

“Gang Dagang” merupakan Gang Dagang yang dirancang untuk membantu pelaku UMKM memahami pengelolaan keuangan usaha secara praktis melalui pengalaman bermain interaktif. Gim ini menekankan pembelajaran terkait pencatatan keuangan, pemisahan modal usaha, keuntungan, serta kebutuhan pribadi.

Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekretaris Daerah DKI Jakarta, Suharini Eliawati, mengatakan peluncuran program ini diharapkan dapat membentuk kebiasaan pelaku UMKM dalam mencatat keuangan secara disiplin.

“Melalui peluncuran Gang Dagang ini diharapkan UMKM memiliki kebiasaan mencatat keuangan, entah itu keuangan rumah tangga dipisahkan dengan keuangan usaha,” ujar Suharini di Jakarta, Senin.

Baca Juga : Komisi III DPR Minta Polri dan Kejaksaan Hentikan Sementara Perkara Konflik Agraria

Ia menyoroti masih banyak pelaku UMKM yang belum memisahkan keuangan usaha dengan kebutuhan rumah tangga, sehingga menyulitkan pengelolaan bisnis dan perkembangan usaha.

Melalui program ini, pelaku UMKM juga didorong untuk memahami dasar-dasar pengelolaan keuangan usaha, termasuk pemisahan modal, perhitungan keuntungan, hingga pengelolaan pengeluaran pribadi secara lebih terstruktur.

Selain itu, Suharini juga mendorong pelaku UMKM untuk memanfaatkan digitalisasi transaksi melalui QRIS serta berbagai platform digital guna memperluas akses pasar dan meningkatkan daya saing usaha.

Saat ini, tercatat sekitar 400 ribu UMKM telah menjadi binaan Jakpreneur. Pemerintah juga mengingatkan pentingnya peningkatan kualitas produk, mulai dari kemasan, layanan, hingga transparansi bahan baku kepada konsumen.

Sementara itu, Direktur PT Netzme Kreasi Indonesia, Vicky G Saputra, menjelaskan bahwa “Gang Dagang” dirancang untuk membangun kebiasaan pengelolaan keuangan dan digitalisasi usaha secara berkelanjutan.

Baca Juga  Anggota DPR RI: Golkar Komitmen ke Partai Egaliter

Ia menilai metode pembinaan seperti seminar dan workshop belum sepenuhnya efektif mengubah perilaku pelaku UMKM. Karena itu, pengembangan gim ini dilakukan melalui riset dan diskusi mendalam selama hampir enam bulan.

Baca Juga : Gus Ipul Pimpin Apel Antikorupsi, Tegaskan Kemensos Tak Boleh Cari Untung dari Derita Rakyat

“Gang Dagang juga dilengkapi sistem penilaian dan insentif bagi UMKM yang aktif mengikuti pembelajaran serta menerapkan transaksi digital,” kata Vicky.

Program ini diharapkan menjadi langkah inovatif dalam memperkuat literasi keuangan sekaligus mempercepat transformasi digital UMKM di Jakarta.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *