Dedi Mulyadi Ajak Warga Mampu Belanja di Warung Tetangga untuk Tekan Kemiskinan Ekstrem

  • Bagikan
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi (keempat kanan) bersama beberapa pejabat negara dan daerah berfoto, usai menerima penghargaan sebagai Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Terbaik II Tingkat Provinsi dalam Kategori Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting dari Kementerian Dalam Negeri dan Stasiun TV Swasta Nasional di Grand Ballroom Yogyakarta Marriott Hotel, Kamis (4/6/2026). (Foto: Pemprov Jabar/Nusawarta.id)

Nusawarta.id, Bandung – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengajak masyarakat kelas menengah ke atas untuk mengubah pola belanja dengan lebih memprioritaskan warung tetangga dan pedagang keliling. Langkah tersebut dinilai dapat membantu mempercepat penurunan angka kemiskinan ekstrem di wilayah Jawa Barat.

Ajakan itu disampaikan Dedi Mulyadi setelah Pemerintah Provinsi Jawa Barat meraih penghargaan sebagai Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Terbaik II Tingkat Provinsi dalam kategori Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting yang diberikan oleh Kementerian Dalam Negeri.

“Warga menengah ke atas belanjanya harus di lingkungan masyarakat sekitar, seperti di warung dan pedagang keliling agar tingkat kemiskinannya terus berkurang,” kata Dedi dalam keterangannya di Bandung, Senin.

Baca Juga : Yusril: Tak Ada Jabatan yang Kebal Hukum dalam Pelayanan Publik

Gubernur yang akrab disapa KDM itu menilai penghargaan tersebut merupakan hasil dari pelaksanaan program terpadu yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah hingga masyarakat di tingkat akar rumput. Menurutnya, keberhasilan itu tercermin dari capaian layanan publik dan efektivitas intervensi yang berdampak langsung pada penurunan kemiskinan dan stunting di desa-desa.

Dedi menegaskan capaian tersebut tidak terlepas dari kerja sama seluruh pemangku kepentingan, termasuk para bupati, wali kota, kepala desa dan lurah, ketua RT dan RW, serta kader posyandu yang selama ini aktif menjalankan program pemerintah.

Meski demikian, ia mengingatkan seluruh elemen masyarakat agar tidak cepat berpuas diri atas penghargaan yang diraih. Menurutnya, upaya menekan kemiskinan dan stunting harus terus dilakukan secara berkelanjutan melalui kepedulian dan gotong royong masyarakat.

“Apabila melihat anak-anak kekurangan gizi, maka segeralah memberikan makanan bergizi,” ujarnya.

Baca Juga : Wamenaker Ajak Mahasiswa Perkuat Kompetensi dan Sertifikasi Hadapi Dunia Kerja

Dedi berharap semangat kebersamaan dan kepedulian sosial dapat terus diperkuat sehingga angka kemiskinan ekstrem dan kasus stunting di Jawa Barat dapat terus ditekan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata.

Baca Juga  DPR Soroti Dugaan Pembohongan Publik di Industri Air Minum Kemasan Aqua
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *