Dedi Mulyadi Dorong Digitalisasi Palang Pintu KA Usai Tragedi Bekasi Timur

  • Bagikan
Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi atau Kang Dedi Mulyadi (KDM) memberikan keterangan di Bandung. (Foto: Nusawarta.id)

Nusawarta.id, Bekasi — Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mendorong seluruh perlintasan kereta api di wilayahnya dilengkapi palang pintu berbasis digital menyusul kecelakaan maut yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Senin malam (27/4/2026).

Kecelakaan tersebut menewaskan 16 orang dan menyebabkan 90 lainnya mengalami luka-luka. Insiden itu membuat Dedi Mulyadi, yang akrab disapa KDM, prihatin dan meminta langkah cepat untuk mencegah kejadian serupa terulang.

Melalui unggahan di akun TikTok pribadinya, KDM mengaku telah menginstruksikan Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat agar segera menyiapkan pemasangan pintu lintasan otomatis di berbagai titik perlintasan kereta api.

Menurutnya, sistem otomatis harus diterapkan secara menyeluruh, tidak hanya di kawasan perkotaan seperti Bekasi, tetapi juga di seluruh wilayah Jawa Barat, termasuk pada perlintasan tidak resmi.

“Karena kalau ada musibah, tidak pernah bertanya mana jalan resmi dan mana jalan tidak resmi,” ujar Dedi, dikutip Jumat (1/5/2026).

Baca Juga : Kisah Pilu Korban Selamat Tabrakan KRL dan Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur

Sembari menunggu pemasangan sistem digital, Dedi meminta petugas tetap berjaga di setiap perlintasan guna memastikan keselamatan pengguna jalan.

“Terima kasih pada seluruh jajaran, selamat bertugas sampai pintu lintasan menggunakan pengatur lintasan otomatis sehingga tidak perlu lagi dijaga orang,” katanya.

Ia menilai sistem otomatis lebih efektif dibandingkan penjagaan manual karena mampu bekerja secara konsisten tanpa dipengaruhi faktor kelelahan maupun kelalaian manusia.

“Seluruh perlintasan, baik resmi maupun tidak resmi, akan menjadi prioritas penanganan agar titik rawan kecelakaan bisa ditekan,” ujarnya.

Dedi berharap digitalisasi palang pintu dapat menekan angka kecelakaan sekaligus meningkatkan rasa aman masyarakat saat melintasi jalur kereta api.

Baca Juga  Prabowo Subianto Jamin Hak Korban Kecelakaan Stasiun Bekasi Timur: Perawatan hingga Kompensasi Ditanggung Negara

Sementara itu, penyidik Polda Metro Jaya telah meningkatkan status perkara kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur dari tahap penyelidikan ke penyidikan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan peningkatan status dilakukan setelah penyidik mengantongi bukti awal yang cukup.

Baca Juga : Pemerintah Siapkan Rp4 Triliun untuk Perbaikan 1.800 Perlintasan Kereta di Jawa

“Perkara ini sudah naik ke tahap penyidikan. Kami telah melakukan olah TKP, pemeriksaan saksi, serta pengumpulan barang bukti termasuk CCTV,” kata Budi di Monas, Jakarta Pusat, Kamis (30/4/2026).

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, kecelakaan bermula saat sebuah taksi Green SM mogok di tengah rel akibat dugaan korsleting. Kendaraan tersebut kemudian tertabrak KRL rute Cikarang-Jakarta hingga menyebabkan rangkaian berhenti di tengah jalur.

Pada saat bersamaan, KRL tujuan Cikarang sedang berhenti di Stasiun Bekasi Timur. Dari arah Jakarta, KA Argo Bromo Anggrek kemudian melaju dan menabrak rangkaian KRL tersebut hingga memicu kecelakaan besar.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *