Putra Hotman Paris Kritik Keras Ayahnya Usai Jadi Kuasa Hukum Febrie Adriansyah

  • Bagikan
Hotman Paris Hutapea dalam konferensi pers di Ruang Nusantara Foyer, The Dharmawangsa Jakarta, Selasa (10/6/2025) (Foto: Kompas/Nusawarta.id)

Nusawarta.id, Jakarta – Keputusan pengacara kondang Hotman Paris Hutapea bergabung dalam tim kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah, menuai sorotan dari berbagai pihak. Tidak hanya publik, kritik juga datang dari lingkungan keluarga, yakni putranya sendiri, Frank Alexander Hutapea.

Frank secara terbuka melontarkan kritik melalui media sosial setelah muncul perdebatan terkait pernyataan Hotman Paris yang mengaku tidak menerima bayaran dalam memberikan pendampingan hukum kepada Febrie Adriansyah, yang tengah terseret kasus dugaan korupsi.

Perdebatan bermula dari komentar seorang warganet yang menyinggung klaim Hotman mengenai tarif jasanya sebagai pengacara. Dalam komentarnya, warganet mempertanyakan alasan Hotman tetap menerima kasus yang dikaitkan dengan barang bukti berupa puluhan kilogram emas batangan, meski mengaku tidak mengharapkan imbalan.

Komentar tersebut kemudian mendapat respons dari Frank melalui akun Instagram pribadinya. Ia menilai pernyataan ayahnya yang mengaku tidak mengutamakan uang hanyalah bentuk pencitraan semata.

Baca Juga : Bansos Bakal Disalurkan Lewat Koperasi Merah Putih

Dalam unggahannya, Frank juga menyinggung persoalan pribadi keluarga dengan menyebut angpao pernikahan saudaranya, Fritz Hutapea, turut diambil oleh sang ayah. Kritik itu disampaikan sebagai bentuk sindiran terhadap klaim Hotman yang disebut tidak mengejar keuntungan materi.

Tak berhenti di situ, Frank juga menyoroti aktivitas sosial dan bantuan hukum yang selama ini kerap ditampilkan Hotman Paris kepada masyarakat kurang mampu. Menurutnya, berbagai aksi tersebut lebih banyak digunakan sebagai sarana pemasaran dan membangun citra publik.

Frank bahkan menilai akun media sosial Hotman 911 yang selama ini dikenal sebagai wadah pengaduan hukum masyarakat hanya dimanfaatkan sebagai alat promosi bisnis. Dalam unggahannya, ia menyarankan agar akun tersebut ditutup karena dianggap tidak lagi mencerminkan tujuan awal membantu pencari keadilan.

Baca Juga  Rano Karno Buka Peluang Kolaborasi Kawasan Equator Bonjol dengan Planetarium Jakarta

Polemik antara ayah dan anak itu muncul bersamaan dengan mencuatnya keterlibatan Hotman Paris dalam tim pembela Febrie Adriansyah. Nama Hotman menjadi perhatian setelah dirinya mendatangi Gedung Bundar Kejaksaan Agung pada Jumat (17/7/2026).

Kepada wartawan, Hotman mengungkapkan bahwa dirinya baru menerima surat kuasa dari Febrie pada pagi hari sebelum mendatangi Kejaksaan Agung. Ia mengaku mendapat mandat untuk mendampingi mantan Jampidsus tersebut dalam menghadapi proses hukum yang sedang berjalan.

Meski demikian, Hotman menyatakan kedatangannya ke Gedung Bundar belum untuk membahas pokok perkara. Ia mengaku ingin memastikan terlebih dahulu informasi mengenai status pemanggilan terhadap kliennya oleh penyidik.

Baca Juga : Pemerintah Kaji Pemanfaatan Kantin Sekolah untuk Perkuat Program Makan Bergizi Gratis

“Baru mau nanya ada enggak panggilannya,” kata Hotman kepada wartawan.

Kehadiran Hotman Paris dalam perkara yang menyeret Febrie Adriansyah diperkirakan akan terus menjadi perhatian publik, terlebih setelah munculnya kritik terbuka dari putranya sendiri yang turut menambah sorotan terhadap langkah hukum sang pengacara ternama.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *