DPRD Tanah Bumbu Desak Perbaikan Jalan Alternatif Batulicin-Banjarbaru Usai Kecelakaan Maut

  • Bagikan
DPRD Tanah Bumbu Mendesak Segere Memperbaiki Jalan Alternatif Batulicin-Banjarbaru. (Foto: Nusawarta.id)

Nusawarta.id, Batulicin  – DPRD Kabupaten Tanah Bumbu mendesak pemerintah daerah dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan segera melakukan evaluasi serta pembenahan Jalan Alternatif Batulicin-Banjarbaru. Desakan tersebut menguat setelah kecelakaan maut di jalur tersebut menewaskan tujuh orang

Ketua Komisi III DPRD Tanah Bumbu, Andi Asdar, mengatakan tragedi tersebut harus menjadi perhatian serius seluruh pihak, terutama terkait kondisi infrastruktur dan keselamatan pengguna jalan.

“Kecelakaan maut yang terjadi di jalan alternatif tersebut telah menewaskan tujuh orang. Hal ini harus menjadi atensi seluruh pihak untuk perbaikan infrastruktur jalan,” kata Andi Asdar di Batulicin, Senin.

Menurut dia, kecelakaan maut tersebut bukan merupakan kejadian tunggal. Dalam kurun satu bulan terakhir, kepolisian mencatat sedikitnya 13 kecelakaan lalu lintas terjadi di jalur alternatif tersebut.

Baca Juga : Wakil Ketua DPRD Tanah Bumbu Dorong Generasi Muda Tingkatkan Kompetensi

Kapolsek Mantewe, Iptu Kusnin, menyebut sebagian besar kecelakaan terjadi pada siang hari. Kondisi medan jalan yang memiliki banyak tikungan, tanjakan, turunan, serta kontur bergelombang menjadi salah satu faktor yang perlu mendapat perhatian.

Selain itu, perilaku pengendara yang memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi di jalur tersebut turut meningkatkan risiko kecelakaan.

“Dengan medan yang liku-liku, berkelok-kelok serta tanjakan, pengguna jalan sering mengambil awalan untuk kecepatan tinggi. Di titik belokan, akhirnya memakan jalan dari arah berlawanan,” ujar Kusnin.

Anggota DPRD Tanah Bumbu dari Fraksi PDI Perjuangan, Sarniah, meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalimantan Selatan segera melakukan pembenahan di sejumlah titik rawan.

Ia menyoroti kawasan dengan blind spot, turunan, dan tikungan tajam yang dinilai membutuhkan penanganan agar lebih aman bagi pengguna jalan.

“Mungkin kontur tanah yang tidak rata bisa dibenahi agar para pengguna jalan tidak mengambil jalur lawan arah saat melewati titik blind spot, terlebih letaknya di turunan plus berbelok tajam,” tegas Sarniah.

Baca Juga  DPRD Tanah Bumbu Fasilitasi Aspirasi Kepala SMA ke Disdikbud Kalsel, Bahas Sarana dan Kebutuhan Guru

DPRD Tanah Bumbu juga mendorong penguatan sarana keselamatan di sepanjang jalur alternatif tersebut. Anggota DPRD Tanah Bumbu, Makhruri, meminta usulan peningkatan kapasitas dan fasilitas keselamatan jalan segera disampaikan kepada Komisi III untuk dikawal dalam pembahasan bersama Badan Anggaran DPRD.

Baca Juga : DPRD Tanah Bumbu Rayakan HUT ke-22, Tegaskan Komitmen Perjuangkan Aspirasi Rakyat

Dari hasil evaluasi, sejumlah langkah penanganan pun disiapkan untuk mengurangi risiko kecelakaan.

Untuk jangka pendek, Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu bersama PUPR Provinsi Kalimantan Selatan akan mendorong pemasangan rambu batas kecepatan, pita penggaduh atau rumble strip, serta cermin tikungan di sejumlah titik rawan.

“Untuk jangka panjang, penanganan berupa rekayasa kontur dan perbaikan fisik jalan akan dikoordinasikan dengan Dinas PUPR Provinsi Kalimantan Selatan,” ungkap Makhruri.

DPRD Tanah Bumbu berharap langkah cepat tersebut dapat segera direalisasikan. Perbaikan infrastruktur dan penambahan fasilitas keselamatan dinilai mendesak untuk mencegah kembali terjadinya kecelakaan dan melindungi pengguna Jalan Alternatif Batulicin-Banjarbaru.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *