Konflik Sosial Turun 37,5 Persen, Polri Siapkan Penambahan Bhabinkamtibmas

  • Bagikan
Asisten Utama Bidang Perencanaan dan Anggaran (Astamarena) Kapolri, Komjen Pol. Wahyu Hadiningrat dalam rapat, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (12/2/2025).(Foto: Inilah.com/Nusawarta.id)

Nusawarta.id, Jakarta – Wakil Kepala Polri (Wakapolri) Komjen Pol Wahyu Hadiningrat mengungkapkan angka konflik sosial di Indonesia turun 37,5 persen. Sementara itu, jumlah korban akibat konflik mengalami penurunan sebesar 77,1 persen.

Untuk memperkuat keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Polri berencana menambah personel Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas), terutama untuk memperluas jangkauan pelayanan kepolisian hingga tingkat desa.

Wahyu mengatakan, kehadiran polisi di tengah masyarakat menjadi salah satu upaya penting untuk mencegah potensi konflik, khususnya di wilayah rawan. Polri juga mengedepankan pendekatan humanis dan dialogis dalam menjaga keamanan.

“Pada hakikatnya polisi harus berada di tempat-tempat yang rawan. Polisi harus hadir di setiap tempat yang berpotensi menimbulkan konflik,” ujar Wahyu, dikutip Jumat (9/10/2026).

Baca Juga : DPRD Jakarta Terancam Susut Jadi 85 Kursi, Suhud Desak Revisi UU DKJ

Selain itu, upaya menjaga stabilitas keamanan dilakukan melalui 419 operasi kepolisian. Dari jumlah tersebut, sembilan operasi dilaksanakan secara terpusat oleh Mabes Polri, sedangkan 410 operasi lainnya digelar jajaran kepolisian daerah di seluruh Indonesia.

Wahyu menegaskan, Polri berkomitmen memberikan pelayanan kepada masyarakat, mengamankan agenda nasional, serta merespons berbagai situasi darurat dan bencana.

Saat ini, Polri memiliki 40.924 personel Bhabinkamtibmas yang bertugas mendekatkan pelayanan kepolisian kepada masyarakat. Namun, jumlah tersebut baru menjangkau sekitar 55 persen dari total 83.762 desa di Indonesia.

Karena itu, Kapolri Jenderal Pol Suyudi Ario Seto mendorong penguatan struktur kepolisian di tingkat bawah, salah satunya melalui penambahan personel Bhabinkamtibmas di tingkat kepolisian sektor (Polsek).

Baca Juga : Prabowo Percepat Pembangunan 100 Kampung Nelayan, Target Beroperasi Akhir 2026

Menurut Wahyu, Polsek merupakan ujung tombak pelayanan kepolisian yang berhubungan langsung dengan masyarakat. Pemenuhan kebutuhan personel akan dilakukan secara bertahap, termasuk melalui rekrutmen anggota Polri.

Baca Juga  Harga Minyak Tembus US$112, Ekonom UGM Ingatkan Risiko Berat bagi APBN dan Daya Beli

“Ketika pelayanan masyarakat di level terbawah terpenuhi, saya pikir masyarakat akan terlayani dengan baik. Jadi, kalau mau mencari polisi tidak sulit,” katanya.

  • Bagikan

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *