Nusawarta.id, Jakarta – Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto mengingatkan pentingnya sikap rendah hati dan akhlak mulia bagi setiap orang, terutama mereka yang memegang jabatan dan kekuasaan. Menurutnya, pangkat, kedudukan, dan kekayaan merupakan amanah dari Allah SWT yang harus dipertanggungjawabkan.
Pesan tersebut disampaikan Suyudi saat menjadi khatib Salat Jumat di Masjid Al-Ikhlas, Markas Besar Polri, Jumat (9/10/2026).
Dalam khutbahnya, Suyudi menegaskan bahwa jabatan dan kekuasaan tidak seharusnya membuat seseorang merasa lebih tinggi dibandingkan orang lain. Sebaliknya, semakin tinggi kedudukan seseorang, semakin besar pula tanggung jawab yang harus dijalankan.
“Jadilah pribadi yang selalu rendah hati, jangan sombong, dan jangan pernah merasa lebih hebat daripada orang lain. Jabatan, pangkat, dan kekuasaan merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab,” pesan Suyudi kepada para jamaah.
Baca Juga : Konflik Sosial Turun 37,5 Persen, Polri Siapkan Penambahan Bhabinkamtibmas
Ia juga mengajak jamaah untuk menghormati sesama, membantu orang yang membutuhkan, serta tetap hidup sederhana meskipun memiliki kedudukan dan kekayaan.
Menurut Suyudi, segala sesuatu yang dimiliki manusia merupakan titipan Allah SWT. Karena itu, setiap nikmat harus disyukuri dan dimanfaatkan untuk memberikan manfaat bagi orang lain, bukan menjadi alasan untuk bersikap angkuh.
Kapolri turut menekankan bahwa nilai keimanan tidak cukup diwujudkan melalui ibadah, tetapi juga harus tercermin dalam perilaku sehari-hari. Kejujuran, keikhlasan, dan kepedulian perlu diterapkan di lingkungan kerja, keluarga, maupun kehidupan bermasyarakat.
Ia mengingatkan, kepemimpinan bukan sekadar menyangkut kewenangan, melainkan juga tanggung jawab moral untuk memberikan teladan dan memperlakukan setiap orang secara terhormat tanpa membedakan pangkat maupun kedudukan.
Baca Juga : DPRD Jakarta Terancam Susut Jadi 85 Kursi, Suhud Desak Revisi UU DKJ
Salat Jumat bersama yang berlangsung pukul 11.50 hingga 12.50 WIB tersebut juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi, meningkatkan keimanan dan ketakwaan, serta memperkuat kebersamaan di lingkungan Mabes Polri.
Melalui khutbah tersebut, Suyudi mengajak jamaah untuk terus memperbaiki diri dan menjauhi kesombongan. Ia menegaskan bahwa kemuliaan seseorang tidak hanya ditentukan oleh jabatan atau kekayaan, tetapi juga oleh akhlak, ketulusan, dan cara memperlakukan sesama.













Respon (1)