Nusawarta.id, Jakarta – Wakil Menteri Sosial RI, Agus Jabo Priyono, menegaskan bahwa Kepala Sekolah Rakyat tidak hanya bertugas mengelola lembaga pendidikan, tetapi juga memikul tanggung jawab besar sebagai pemimpin perubahan yang berperan memutus rantai kemiskinan antargenerasi melalui jalur pendidikan. Penegasan itu disampaikan saat menutup Rapat Konsolidasi dan Pembekalan Kepala Sekolah Rakyat Tahun Ajaran 2026/2027 yang digelar secara daring dari Kantor Kementerian Sosial, Jakarta, Rabu (8/7/2026).
Dalam kegiatan yang dipusatkan di Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, tersebut, Agus Jabo memberikan arahan kepada 191 Kepala Sekolah Rakyat yang terdiri atas 166 kepala sekolah pada titik existing dan 25 kepala sekolah pada titik baru, serta diikuti 12 Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Wilayah diri berbagai daerah di Indonesia.
Mengawali sambutannya, Agus Jabo menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah mengikuti rangkaian pembekalan dan konsolidasi selama beberapa hari terakhir. Menurutnya, momen tersebut menjadi tonggak penting dalam perjalanan penyelenggaraan Sekolah Rakyat sebagai salah satu program strategis pemerintah.
“Hari ini adalah hari yang sangat istimewa dan bersejarah karena kita sedang memulai perjalanan baru untuk menghadirkan pendidikan yang mampu mengubah masa depan anak-anak dari keluarga yang selama ini belum memiliki kesempatan yang sama,” ujar Agus Jabo.
Ia menegaskan, Sekolah Rakyat merupakan amanat Presiden Prabowo Subianto untuk menghadirkan akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Program tersebut tidak hanya menyediakan fasilitas pendidikan modern, tetapi juga dirancang sebagai instrumen negara dalam memutus mata rantai kemiskinan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Menurut Agus Jabo, Sekolah Rakyat adalah “jembatan emas” yang memungkinkan anak-anak dari keluarga kurang mampu keluar dari berbagai keterbatasan menuju kehidupan yang lebih baik.
Karena itu, ia meminta para kepala sekolah tidak hanya fokus pada penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar, tetapi juga memastikan setiap peserta didik mampu meraih cita-citanya sesuai potensi masing-masing.
“Tugas kepala sekolah bukan hanya memastikan proses belajar mengajar berjalan dengan baik, tetapi bagaimana anak-anak yang kita dampingi dapat keluar dari garis kemiskinan dan memiliki masa depan yang lebih baik,” tegasnya.
Ia menggambarkan bahwa Sekolah Rakyat harus mampu mengantarkan para siswa menjadi dokter, prajurit TNI, anggota Polri, pengusaha, maupun profesi lainnya sesuai minat dan kemampuan mereka.
Sebagai sekolah berasrama yang dilengkapi fasilitas modern, Agus Jabo juga meminta seluruh kepala sekolah mengelola sarana dan prasarana secara profesional, transparan, dan akuntabel. Menurutnya, seluruh fasilitas tersebut merupakan amanah negara yang harus dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan peserta didik.
Selain tata kelola yang baik, ia menekankan pentingnya membangun budaya disiplin, gotong royong, pelayanan, serta kolaborasi di lingkungan Sekolah Rakyat agar mampu menciptakan ekosistem pendidikan yang berkualitas.
“Kita tidak hanya mengelola sekolah biasa. Sekolah Rakyat memiliki tugas khusus dan misi khusus, yaitu memutus transmisi kemiskinan antargenerasi melalui pendidikan,” katanya.
Menjelang pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Agus Jabo meminta seluruh kepala sekolah menjadikan momentum tersebut sebagai fondasi pembentukan karakter siswa sekaligus budaya Sekolah Rakyat yang menjunjung tinggi disiplin, kerja keras, musyawarah, pelayanan, dan saling menghormati.
Baca Juga : BPJS Kesehatan Gandeng KPK Perkuat Pencegahan Korupsi Pengelolaan Dana JKN
Dalam arahannya, Agus Jabo juga menyebut para Kepala Sekolah Rakyat sebagai patriot pembebas kemiskinan yang akan menjadi pelita harapan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem di seluruh Indonesia.
“Kalian adalah patriot, kalian adalah pejuang, kalian adalah pelita harapan yang akan menerangi kegelapan dan mengantarkan anak-anak menuju masa depan yang lebih baik,” ujarnya.
Menutup arahannya, Agus Jabo mengajak seluruh kepala sekolah bekerja dengan dedikasi tinggi untuk membuktikan bahwa pendidikan merupakan jalan paling efektif dalam mengubah kehidupan masyarakat miskin.
Ia berharap kehadiran Sekolah Rakyat mampu melahirkan generasi yang berdaya saing, mandiri, serta menjadi bukti nyata bahwa kemiskinan dapat diputus melalui akses pendidikan yang berkualitas.
“Mari kita buktikan bahwa kemiskinan bisa dikalahkan melalui pendidikan dan Sekolah Rakyat benar-benar menjadi jalan perubahan bagi saudara-saudara kita yang miskin dan tidak mampu,” pungkasnya.












