Nusawarta.id, Tanah Bumbu – Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Tanah Bumbu, H. Hasanuddin, mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berdampak pada kualitas udara dan kesehatan warga.
Imbauan bertajuk “Waspada dan Peduli Karhutla” itu disampaikan pada Jumat (16/10/2026), menyusul kondisi karhutla di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan, termasuk Kabupaten Tanah Bumbu.
Hasanuddin menegaskan, dampak karhutla tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga mengancam kesehatan masyarakat, mengganggu aktivitas ekonomi, serta berdampak terhadap masa depan generasi mendatang.
“Kebakaran hutan dan lahan bukan hanya mengancam lingkungan, tetapi juga kesehatan masyarakat, aktivitas ekonomi, dan masa depan generasi kita,” tulisnya dalam imbauan tersebut.
Ia meminta masyarakat mengambil langkah pencegahan untuk mengurangi risiko paparan kabut asap. Warga yang beraktivitas di luar ruangan disarankan menggunakan masker respirator N95 atau KN95 saat terpapar asap.
Selain itu, perhatian khusus perlu diberikan kepada kelompok rentan, seperti anak-anak, lanjut usia, dan penderita penyakit pernapasan. Masyarakat juga diminta mengurangi aktivitas di luar rumah ketika kualitas udara memburuk.
“Di tengah ancaman karhutla dan kabut asap, saya mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, menjaga kesehatan, dan menggunakan masker yang sesuai saat terpapar asap. Mari saling menjaga dan menguatkan dalam menghadapi kemarau ini,” ujar Hasanuddin.
Baca Juga : Bupati Tanah Bumbu Siapkan Program Pemberdayaan Ekonomi Orang Tua Siswa Sekolah Rakyat
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kondisi tubuh dengan mencukupi kebutuhan air putih, mengonsumsi makanan bergizi, dan beristirahat secara cukup.
Menurut Hasanuddin, penanganan karhutla membutuhkan kerja sama seluruh elemen masyarakat. Selain menjaga kesehatan selama musim kemarau, warga diimbau tidak membuka lahan dengan cara membakar karena berpotensi memicu kebakaran yang lebih luas.
Melalui imbauan tersebut, ia berharap kesadaran masyarakat terhadap bahaya karhutla semakin meningkat, sehingga risiko kerusakan lingkungan dan dampak kesehatan akibat kabut asap dapat ditekan.












