Dasco Tegaskan Kedaulatan Pasar Modal RI di Tengah Rencana Evaluasi MSCI

  • Bagikan
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad saat ditemu wartawan di Kompleks Palemen Senayan, Jakarta, Selasa (9/6/2026). (Foto: Inilah.com/Nusawarta.id)

Nusawarta.id, Jakarta – Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menegaskan pentingnya kemandirian Indonesia dalam menentukan arah dan pengembangan pasar modal nasional di tengah rencana Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengkaji ulang klasifikasi pasar saham Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market.
Melalui unggahan di akun media sosial pribadinya yang dikutip pada Senin (26/10/2026), Dasco mengajak seluruh elemen bangsa memperkuat persatuan dan semangat nasionalisme dalam menghadapi dinamika ekonomi global.

“Di Bursa kita, bersama akan kita buat dan tentukan rating kita sendiri, kita bersatu, bergerak dan berjuang, menuju Bangsa Pemenang,” ujar Dasco.

Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya kemandirian dalam mengelola pasar modal nasional. Di tengah sorotan lembaga indeks global, Indonesia dihadapkan pada tantangan untuk memperkuat fundamental pasar sekaligus menjaga kepercayaan investor.

Sejalan dengan Pernyataan Presiden Prabowo

Sikap Dasco sejalan dengan pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang sebelumnya menegaskan bahwa Indonesia tidak akan gentar menghadapi tekanan dari lembaga keuangan global.

Dalam Sidang Kabinet Paripurna pada Rabu (21/10/2026), Prabowo menyampaikan bahwa Indonesia memiliki keberanian untuk menghadapi berbagai tekanan eksternal.

Baca Juga : NasDem Minta Wacana Rute Blok M-Bandung Dikaji Matang

“Macam-macam MSCI, macam-macam demo takut-takuti kita, saya katakan ke MSCI, bangsa Indonesia tidak takut dan tidak akan gentar. Kita tidak takut, kita punya keberanian dan kita rela berkorban dan kita tidak menyerah,” tegas Prabowo.

Pernyataan tersebut mencerminkan penekanan pemerintah pada kemandirian ekonomi nasional dalam menghadapi dinamika pasar global. Namun, di sisi lain, evaluasi lembaga indeks internasional juga menjadi perhatian karena dapat memengaruhi persepsi investor terhadap pasar saham Indonesia.

MSCI Soroti Transparansi dan Free Float

MSCI mengumumkan rencana peninjauan klasifikasi pasar saham Indonesia pada Jumat (16/10/2026). Kajian tersebut menyoroti sejumlah aspek yang berkaitan dengan transparansi dan aksesibilitas informasi di pasar modal domestik.

Baca Juga  Mentan Tegaskan Harga Daging dan Telur Harus Sesuai HET, Satgas Diminta Tindak Penahanan Stok

Beberapa persoalan yang menjadi perhatian meliputi transparansi struktur kepemilikan saham, keterbatasan data untuk mengukur porsi saham yang beredar di publik atau free float, serta kekhawatiran mengenai praktik perdagangan yang terkoordinasi.

Free float merupakan porsi saham perusahaan yang tersedia untuk diperdagangkan oleh publik. Informasi mengenai porsi saham tersebut menjadi salah satu aspek yang diperhatikan investor dalam menilai likuiditas dan keterwakilan saham dalam indeks.

Baca Juga : Operasi Patuh Jaya 2026, Polda Metro Jaya Kerahkan 2.938 Personel Gabungan

Evaluasi MSCI berpotensi memengaruhi cara investor global memandang pasar saham Indonesia. Karena itu, transparansi data, keterbukaan informasi kepemilikan, dan kualitas tata kelola menjadi aspek penting dalam proses peninjauan tersebut.

Keputusan Final Ditargetkan Juni 2027

Proses konsultasi publik terkait rencana reklasifikasi pasar Indonesia dijadwalkan berlangsung hingga keputusan final diumumkan paling lambat pada 30 Juni 2027.

Selama periode peninjauan, MSCI juga memberlakukan pembatasan terhadap sejumlah perubahan indeks yang berkaitan dengan saham-saham Indonesia.

Perkembangan tersebut menjadi perhatian pelaku pasar karena klasifikasi indeks internasional dapat menjadi salah satu acuan bagi investor institusional global dalam menentukan alokasi investasinya.

Di tengah proses tersebut, otoritas pasar modal Indonesia menghadapi tantangan untuk meningkatkan transparansi kepemilikan saham, memperbaiki kualitas data free float, dan memperkuat tata kelola perdagangan.

Dengan demikian, respons pemerintah dan DPR terhadap rencana evaluasi MSCI tidak hanya berkaitan dengan kedaulatan ekonomi, tetapi juga beririsan dengan upaya menjaga kredibilitas pasar modal nasional di mata investor internasional.

Hasil peninjauan MSCI nantinya akan menjadi salah satu faktor yang diperhatikan dalam perkembangan pasar saham Indonesia. Sementara itu, penguatan keterbukaan informasi dan tata kelola tetap menjadi agenda penting untuk mendukung kepercayaan investor serta daya saing pasar modal domestik.

Baca Juga  Dirjen Polpum Kemendagri Tanggapi Putusan MK Soal Pemisahan Pemilu Nasional dan Lokal Mulai 2029

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *