Mentan Tegaskan Harga Daging dan Telur Harus Sesuai HET, Satgas Diminta Tindak Penahanan Stok

  • Bagikan
Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman (kiri) melakukan pengecekan harga pangan di Pasar Tebet, Jakarta, Selasa (30/12/2025). (Foto: Nusawarta.id)

Nusawarta.id, Jakarta – Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa harga komoditas pangan strategis seperti daging sapi, daging ayam ras, dan telur ayam ras harus tetap berada sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga stabilitas pasokan pangan serta melindungi daya beli masyarakat, terutama menjelang meningkatnya kebutuhan pada periode Ramadan dan Idul Fitri.

“Seluruh komoditas strategis harus tetap berada di bawah harga eceran tertinggi (HET),” ujar Amran dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (5/3/2026).

Pemerintah telah menetapkan HET untuk beberapa komoditas utama tersebut, yakni daging ayam ras sebesar Rp40.000 per kilogram, daging sapi Rp140.000 per kilogram, dan telur ayam ras Rp30.000 per kilogram di tingkat konsumen. Amran menegaskan, harga yang melampaui batas tersebut perlu segera ditindaklanjuti melalui pengawasan dan penegakan aturan.

Ia juga memastikan bahwa stok komoditas pangan tersebut dalam kondisi aman dan mencukupi. Oleh karena itu, pemerintah meminta aparat terkait untuk menindak tegas pihak-pihak yang diduga menahan pasokan yang berpotensi memicu lonjakan harga di pasar.

Penegasan tersebut disampaikan Amran menyusul laporan dari Badan Pusat Statistik yang menemukan adanya kenaikan harga komoditas pangan di sejumlah daerah, salah satunya di Bandung, Jawa Barat.

Menurut Amran, berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, tidak terdapat kendala pasokan dari sisi pemerintah. Seluruh rekomendasi pemasukan sapi dan daging telah diterbitkan oleh Kementerian Pertanian sejak Desember 2025 atas arahannya langsung.

Baca Juga : Jelang Ramadan 1447 H, Pemkab Tanah Bumbu Tutup Seluruh THM dan Siapkan Sanksi Tegas bagi Pelanggar

“Rekomendasi sudah keluar semua. Di Kementerian Pertanian tanpa embel-embel, itu perintah saya sejak Desember. Kebutuhan sapi dan daging sapi sudah kita penuhi dan stok aman,” tegasnya.

Baca Juga  Polisi Tangkap Satu Terduga Pelaku Perampokan 500 Gram Emas di Menteng

Ia mengungkapkan indikasi kenaikan harga justru ditemukan pada tingkat perantara atau middleman yang diduga menahan pasokan sehingga memicu lonjakan harga di pasar.

“Semua harus mengeluarkan dagingnya, jangan sampai naik. Begitu kita cek, ini di middleman yang tidak benar,” kata Amran.

Untuk itu, ia meminta Satgas Pangan Polri, jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia hingga Direktorat Reserse Kriminal Khusus di seluruh daerah untuk meningkatkan pengawasan. Apabila ditemukan praktik penahanan stok atau permainan harga, aparat diminta melakukan tindakan tegas, termasuk penyegelan jika terbukti melanggar ketentuan.

Di sisi lain, Amran juga memberikan apresiasi kepada para pelaku usaha di sektor pangan yang dinilai konsisten menjaga produksi dan memperluas pasar ekspor. Beberapa perusahaan besar seperti Japfa dan Charoen Pokphand Indonesia disebut berperan aktif dalam menjaga stabilitas produksi unggas nasional.

Ia menyebutkan bahwa sepanjang Maret 2026, Indonesia berhasil mengekspor sebanyak 545 ton produk unggas dengan nilai mencapai Rp18,2 miliar ke beberapa negara tujuan, seperti Singapura, Jepang, dan Timor Leste.

Baca Juga : Komisi II DPRD Tanah Bumbu Desak Penutupan Pasar Raya Bumi Pangeran Pagatan

Sementara itu, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Agung Suganda, mengusulkan penguatan pengawasan harga di pasar, khususnya pada periode meningkatnya permintaan seperti Ramadan dan menjelang Idul Fitri.

Menurut Agung, transparansi informasi harga menjadi instrumen penting untuk mencegah spekulasi. Ia mengusulkan agar setiap pasar memiliki panel informasi harga yang diperbarui secara berkala sehingga masyarakat dapat mengetahui harga riil di tingkat konsumen.

“Setiap pasar diusulkan memiliki panel harga yang meng-update informasi secara berkala agar konsumen tahu harga riil,” ujar Agung.

Ia menambahkan, sebelum memasuki Ramadan, pihaknya telah melakukan konsolidasi dengan berbagai pihak untuk memastikan ketersediaan pasokan tetap terjaga dan harga pangan tidak mengalami lonjakan yang berlebihan di tingkat pedagang.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *