Nusawarta.id, Hulu Sungai Selatan – Peringatan Haul Datu H. Abbas bin Mufti H. Abdul Jalil Al Banjary dan Haul Datu H. Muhammad Said bin H. Sa’duddin (Datu Taniran) Al Banjary berlangsung penuh khidmat di Masjid Su’ada atau yang lebih dikenal sebagai Masjid Baangkat, Kecamatan Simpur, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Sabtu (31/01).
Haul dua tokoh ulama besar yang dikenal sebagai pendiri Masjid Su’ada tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Hulu Sungai Selatan H. Syafrudin Noor, SE., S.Sos., Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten HSS, Ketua Nahdlatul Ulama Kabupaten HSS, unsur Forkopimca Kecamatan Simpur, para habaib, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta ratusan jemaah haul dari berbagai wilayah.
Dalam sambutannya, Bupati HSS H. Syafrudin Noor menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada panitia serta seluruh masyarakat yang telah menyelenggarakan peringatan haul dengan tertib dan penuh kekhusyukan.
Ia menegaskan bahwa Datu Abbas dan Datu Taniran merupakan ulama besar yang memiliki peran penting dalam perkembangan dan syiar Islam di wilayah Hulu Sungai Selatan.
Baca Juga : Pemkab HSS Raih Penghargaan Nasional atas Komitmen Penguatan Pos Bantuan Hukum Desa
Menurutnya, kedua ulama tersebut tidak hanya dikenal karena keluasan ilmu agama, tetapi juga karena keteladanan akhlak, kesederhanaan hidup, serta pengabdian yang tulus kepada umat.
“Beliau-beliau adalah teladan dalam mengamalkan nilai keislaman yang rahmatan lil ‘alamin,” ujarnya.
Bupati juga menekankan bahwa Masjid Su’ada yang dirintis para ulama terdahulu bukan sekadar bangunan fisik, melainkan pusat ibadah, dakwah, dan pembinaan umat. Masjid ini menjadi simbol persaudaraan, kebersamaan, serta kesinambungan nilai-nilai keagamaan lintas generasi.
Melalui peringatan haul, masyarakat diajak tidak hanya mengenang jasa para ulama, tetapi juga meneladani nilai perjuangan mereka, seperti keteguhan iman, keikhlasan dalam beramal, semangat persatuan, serta komitmen memakmurkan masjid dan menjaga shalat berjamaah.
Lebih lanjut, Bupati menyampaikan bahwa di tengah tantangan kehidupan modern, keteladanan ulama terdahulu menjadi penyejuk dan penuntun umat. Ia menegaskan Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan akan terus mendukung kegiatan keagamaan sebagai bagian dari pembangunan spiritual masyarakat yang berjalan seiring dengan pembangunan fisik daerah.
Rangkaian kegiatan haul diawali dengan pembacaan Maulid Al Habsy, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, manaqib Datu Abbas yang dibacakan oleh zuriat, zikir nasyid, doa haul, serta ceramah agama. Tausiyah disampaikan oleh Tuan Guru KH. Ahmad Syairazi, pimpinan Pondok Pesantren Dalam Pagar Kandangan, yang mengajak jamaah untuk meningkatkan keimanan, menjaga ukhuwah Islamiyah, serta mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.
Acara ditutup dengan doa bersama agar Allah SWT melimpahkan rahmat dan maghfirah-Nya kepada para ulama serta menjadikan perjuangan mereka sebagai cahaya dan teladan bagi generasi penerus.












