Nusawarta.id – Tapin. Kabupaten Tapin rencananya akan mulai dilaksanakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada 30 Januari 2025. Program ini bertujuan untuk menyediakan 6.000 porsi makanan bergizi bagi pelajar yang berada di Kecamatan Tapin Utara dan Tapin Tengah. Dalam pelaksanannya, Badan Gizi Nasional (BGN) bekerjasama dengan beberapa pihak, seperti Yayasan Relawan Jamber.
Pengelola Dapur Sehat Yayasan Relawan Jamber, Meita, menjelaskan bahwa mereka telah menyiapkan peralatan dapur dan logistik, termasuk beras dari Bulog dan sayur-sayuran dari petani lokal. Dapur sehat berlokasi di Perumahan Komplek Griya Rantau Asri dan Jl. Hakim Samar, Desa Batang Lantik.
Dua kecamatan tersebut masing-masing mendapatkan alokasi 3.000 porsi. Setiap porsi makanan harganya sebesar Rp10.000,- sehingga total biaya produksi harian mencapai Rp30 Juta. Dinas Pendidikan Kabupaten Tapin nantinya akan menentukan sasaran distribusi MBG, yang fokus pada pelajar tingkat SD dan SMP.
Meskipun program ini bertujuan untuk meningkatkan gizi pelajar, terdapat kekhawatiran mengenai sistem reimbursment per bulan dalam pembayarannya, sehingga pihaknya membutuhkan modal awal. Untuk itu, Meita berharap dalam pelaksanaan nantinya berjalan dengan lancar.
Yayasan Relawan Jamber juga harus memperhatikan standar higienis dalam distribusi MBG yang seharusnya menggunakan mobil box, sehingga cukup banyak yang harus siap dalam pelaksanaannya.
Sementara itu, Dandim 1010/Tapin melalui Pasi TER Kapten Inf. Firman AS menyatakan bahwa mereka juga akan ikut terlibat dalam pengadaan dapur sehat untuk memproduksi MBG tersebut melalui sistem pendaftaran/kerjasama dengan BGN.
“Saat ini masih terdapat 2 dapur sehat dengan nilai kontrak 6.000 porsi makanan per hari mulai tanggal 30 Januari 2025. Selama satu bulan ke depan akan dievaluasi kembali,” ungkap Kapten Inf. Firman AS.
Pasi TER Kodim 1010/Tapin menambahkan, untuk memastikan keberhasilan program, perlu adanya pengawasan bersama serta evaluasi secara berkelanjutan agar kualitas porsi MBG tetap terjaga.
Total jumlah pelajar di Kabupaten Tapin mencapai 36.779 dari 431 sekolah, namun tahap awal program MBG hanya menyasar 6.000 pelajar di dua kecamatan yaitu Kec. Tapin Utara dan Kec. Tapin Tengah.
Sementara jumlah pelajar SD se Kab. Tapin yakni 17.518 pelajar dari 178 sekolah dan untuk SMP sebanyak 3.991 pelajar dari 26 sekolah. (Arm/Red)












