GPK Sebut PPP Butuh Pergantian Kepemimpinan yang Mampu Berkolaborasi dengan Pemuda

  • Bagikan

Nusawarta.id, Jakarta – Wakil Ketua Umum Gerakan Pemuda Ka’bah (GPK) Indra Hakim Hasibuan mengatakan Pemilu 2024 lalu menyisakan catatan buruk bagi Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Hasil yang tak optimal menandakan perlunya evaluasi strategi partai dalam merespons dinamika politik. Indra mencatat tiga poin penting bagi calon ketua umum PPP ke depan.

“Pertama, Kegagalan PPP dalam Pemilu 2024 menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara strategi partai dan dinamika politik yang berkembang. Perubahan iklim politik yang cepat menuntut partai untuk lebih adaptif dan responsif terhadap aspirasi masyarakat,” katanya.

Selanjutnya, Kedua, menurut Indra, kegagalan PPP juga disebabkan oleh kurangnya upaya maksimal menjangkau pemilih milenial—kelompok terbesar dalam pemilu—yang mendambakan figur politik inklusif, transparan, dan inovatif serta mampu berbicara dalam bahasa mereka.

“Ketiga; Melihat kegagalan tersebut, penting bagi PPP untuk menyadari bahwa kedepan harus lebih serius merangkul generasi muda. Pemilu mendatang membutuhkan figur pemimpin yang tidak hanya populer di kalangan tua, tetapi juga memiliki visi yang dapat menginspirasi dan melibatkan pemuda dalam proses politik,” ujarnya.

Indra menambahkan, PPP harus mampu menyiapkan pergantian pemimpin yang mampu berkolaborasi, menciptakan ruang dialog, tidak mengedepankan egosentris kelompok tertentu karena PPP didiriikan atas dasar kepentingan bersama, kolektif kolegial.

“Kita berharap kedepan PPP harus lebih inovatif, terbuka, tidak mengedepankan egosentris kelompok tertentu karena PPP adalah partai yang dibangun atas kepentingan bersama, kolektif kolegial,” tutup Indra. (Mf/Red)

Baca Juga  Jaringan Muda Nusantara Soroti Penetapan Tersangka Eks Menag, Desak KPK Periksa Wamenag
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *