Nusawarta.id, Jakarta — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menilai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memberikan dampak yang sangat positif bagi berbagai indikator pembangunan di Jakarta, mulai dari perbaikan gizi anak hingga penurunan angka kemiskinan. Program tersebut dinilai berkontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Ibu Kota.
Hal itu disampaikan Pramono saat memberikan keterangan di Balai Kota Jakarta, Senin. Ia mengungkapkan bahwa dampak program MBG di Jakarta tergolong luar biasa dan signifikan dibandingkan daerah lain.
“Bagi Jakarta, apa yang dilakukan dengan MBG ini dampaknya itu paling luar biasa dan signifikan. Semua indikasi, indikator ekonomi Jakarta, yang beberapa waktu lalu dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS), Jakarta tumbuh year to year sebesar 5,21 persen. Angka ini berada di atas pertumbuhan nasional yang mencapai 5,11 persen,” ujar Pramono.
Baca Juga : Tidak Ada Paksaan MBG, Sekolah Mampu Bisa Menolak
Selain mendorong pertumbuhan ekonomi, Pramono juga mengklaim program MBG berperan dalam menurunkan angka stunting dan kemiskinan di Jakarta.
Menurutnya, pemenuhan gizi anak yang lebih baik berdampak langsung pada kualitas kesehatan dan produktivitas masyarakat secara keseluruhan. Meski demikian, ia tidak merinci secara spesifik data terbaru mengenai angka stunting maupun tingkat kemiskinan di Ibu Kota.
Pramono menjelaskan, persoalan pendidikan anak-anak sekolah di Jakarta saat ini relatif kecil karena berbagai program bantuan yang telah disediakan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Salah satunya melalui Kartu Jakarta Pintar (KJP) yang saat ini telah menjangkau 707.520 siswa.
“Sekolahnya ditanggung oleh Pemerintah DKI, kemudian masih ada insentif lainnya. Hal yang menyangkut gizi tadi, dipenuhi oleh Badan Gizi Nasional,” kata Pramono.
Baca Juga : Anggota DPR RI Apresiasi Program MBG untuk Ibu dan Balita
Ia menambahkan, kolaborasi antara Pemerintah DKI Jakarta dan Badan Gizi Nasional menjadi kunci keberhasilan program MBG. Dengan terpenuhinya aspek pendidikan dan gizi secara bersamaan, dampaknya terlihat pada indikator ekonomi makro Jakarta, termasuk menurunnya rasio ketimpangan.
“Sehingga itulah yang kemudian dari indikator ekonomi menampakkan bahwa Gini Ratio Jakarta yang selama ini tidak pernah turun, alhamdulillah mulai turun,” paparnya.
Atas capaian tersebut, Pramono menyampaikan apresiasi kepada Badan Gizi Nasional atas dukungan dan kerja sama yang telah terjalin. Ia meyakini, keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis akan semakin memperkuat fondasi pembangunan sumber daya manusia di Jakarta serta mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.












