Gubernur Jawa Tengah Luncurkan Program Rumah Rakyat dan Aplikasi JNN, Tingkatkan Layanan Publik Terpadu

  • Bagikan
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meluncurkan Program Rumah Rakyat di Kantor Cabang Dinas Pendidikan VII, Pasar Kliwon, Surakarta, Kamis (30/10/2025). (Foto: Jatengprov/Nusawarta.id)

Nusawarta.id, Surakarta – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi resmi meluncurkan Program Rumah Rakyat sekaligus Aplikasi Super Apps Jateng Ngopeni Nglakoni (JNN) di Kantor Cabang Dinas Pendidikan VII, Pasar Kliwon, Surakarta, Kamis (30/10/2025).

Program ini sebelumnya telah diterapkan di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Jalan Pahlawan, Semarang. Kini, Rumah Rakyat diperluas ke tiga lokasi baru, yakni eks kantor Bakorwil Pati, Surakarta, dan Banyumas. Peluncuran juga bersamaan dengan kegiatan “Gubernur Menyapa”, yang digelar serentak secara daring di ketiga eks Bakorwil tersebut.

Gubernur Luthfi menegaskan, kehadiran Rumah Rakyat mempermudah masyarakat untuk menyampaikan aduan tanpa harus datang ke Semarang.

“Kantor gubernur di Semarang tetap buka, tapi bagi masyarakat Solo, Sragen, Karanganyar, dan Boyolali, silakan ke Bakorwil terdekat. Mengadu apa saja boleh,” ujar Luthfi.

Baca Juga : Valet Ride Polda Jateng Disambut Antusias, Layani 2.036 Pemudik dalam 7 Hari

Ia menambahkan, Rumah Rakyat dan aplikasi JNN menjadi simbol keterbukaan pemerintah. Setiap Bakorwil kini berfungsi sebagai pusat pengaduan masyarakat 1×24 jam, dengan komitmen menindaklanjuti setiap laporan dalam waktu satu hari.

“Ini barometer pelayanan kita. Aduan yang masuk harus ditindaklanjuti dalam 24 jam,” tegasnya.

Aplikasi JNN merupakan sistem digital terintegrasi yang memuat kanal pengaduan, informasi publik, serta panggilan darurat 24 jam. Melalui platform ini, warga dapat memantau status laporan, berinteraksi dengan petugas, dan mengakses berbagai layanan pemerintah secara cepat dan terintegrasi.

Sejak Mei 2025 hingga Oktober 2025, JNN telah mencatat lebih dari 9.300 aduan, dengan sekitar 5.900 laporan telah terselesaikan.

Baca Juga : Gubernur Jawa Tengah dan Jawa Timur Perkuat Kerja Sama Ekonomi Lewat 10 MoU

Luthfi menekankan, semangat “Ngopeni Nglakoni” harus menjadi budaya kerja seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di Jawa Tengah.

Baca Juga  Gus Ipul Titip Lima Pesan Penting untuk Kepala Sekolah Rakyat

“Pelayanan publik bukan sekadar administrasi, tapi soal empati. Pemerintah harus hadir, mendengarkan, dan menyelesaikan. Itulah makna ngopeni sekaligus nglakoni,” ujar Luthfi.

Ia juga mengingatkan seluruh aparatur untuk menjaga keterbukaan informasi, sehingga masyarakat bisa memantau jalannya pemerintahan, termasuk anggaran dan program-program pemerintah.

Program Rumah Rakyat dan JNN dikembangkan secara kolaboratif lintas perangkat daerah, bekerja sama dengan Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan Jawa Tengah, sebagai mitra strategis peningkatan pelayanan publik.

“Silakan datang. Rumah kalian yang di Solo ada di Bakorwil Surakarta, di Pati ada di Bakorwil Pati, dan di Cilacap serta sekitarnya di Banyumas. Pemerintah siap melayani kapan saja,” pungkas Gubernur.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *